kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45860,98   1,10   0.13%
  • EMAS913.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Toyota dan Honda tolak rencana insentif pajak kendaraan listrik dari AS


Minggu, 12 September 2021 / 10:11 WIB
Toyota dan Honda tolak rencana insentif pajak kendaraan listrik dari AS
ILUSTRASI. Logo Toyota. REUTERS/Denis Balibouse

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co mengkritik keras proposal Demokrat di parlemen AS yang akan memberikan insentif pajak tambahan bagi kendaraan listrik (EV) buatan serikat pekerja di Amerika Serikat sebesar US$ 4.500.

Mengutip Reuters, Toyota mengatakan rencana tersebut mendiskriminasi terhadap pekerja mobil AS berdasarkan pilihan mereka memutuskan untuk tidak berserikat.

Rencana  yang merupakan bagian dari RUU dengan pengeluaran mencapai US$ 3,5 triliun ini dinilai akan menguntungkan produsen mobil yang masuk tiga besar di Detroit karena memiliki pabrik mobil yang diwakili serikat pekerja.

GM, Ford Motor Co dan Stellantis NV, induk Chrysler, merakit kendaraan buatan AS mereka di pabrik yang diwakili oleh serikat pekerja United Auto Workers (UAW).

Sebaliknya, produsen mobil asing yang beroperasi di Amerika Serikat serta Tesla tidak memiliki serikat pekerja yang mewakili pekerja perakitan dan banyak dari mereka telah berjuang melawan upaya UAW untuk mengorganisir AS.

Baca Juga: Gangguan Pasokan Bayangi Produsen Komponen Otomotif Asia Tenggara di Kuartal Ketiga

“Rekan produksi Honda di Alabama, Indiana dan Ohio yang akan membangun EV, layak mendapatkan perlakuan yang adil dan setara oleh Kongres," tulis perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Toyotamenambahkan akan berjuang untuk memfokuskan untuk membuat semua kendaraan listrik dapat diakses oleh konsumen Amerika yang tidak mampu membeli mobil dan truk dengan harga tinggi.

Selain itu, proposal tersebut juga merupakan bagian dari misi  Presiden AS Joe Biden untuk memastikan EV terdiri dari setidaknya 50% dari penjualan kendaraan buatan AS pada tahun 2030 dan meningkatkan pekerjaan serikat pekerja Amerika.

Presiden UAW Ray Curry mengatakan pemberian kredit pajak akan sangat membantu dalam mendukung pekerjaan serikat pekerja bergaji baik di sektor mobil EV yang telah diperjuangkan oleh Presiden Biden.

Proposal yang diperkirakan menelan biaya US$ 33 miliar hingga US$ 34 miliar selama 10 tahun ini akan meningkatkan kredit pajak maksimum hingga US$12.500 untuk EV, termasuk kredit US$ 500 untuk menggunakan baterai yang diproduksi di AS. Angka tersebut naik dari US$ 7.500 saat ini.

RUU tersebut membatasi kredit EV hanya untuk mobil dengan harga tidak lebih dari US$ 55.000, sementara truk tidak lebih hingga US$ 74.000.

Selanjutnya: Mobil Listrik Makin Riuh Berebut Pasar Indonesia

 




TERBARU
Kontan Academy
Bongkar Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing

[X]
×