Sumber: Bloomberg, Reuters | Editor: Johana K.
LOS ANGELES. Kesialan produsen mobil raksasa dunia, Toyota Motor Corp. bisa jadi akan membawa berkah bagi produsen mobil lain. Penarikan atau recall sekitar 5,35 juta mobil Toyota di Amerika Serikat (AS) membuka peluang para pesaing Toyota mengambil pangsa pasar produsen otomotif asal Jepang ini.
Pesaing yang mulai rajin bergerilya adalah para produsen mobil AS. Mengutip Bloomberg kemarin, Juru Bicara Ford Motor Co. Robert Parker, mengatakan, Ford berencana menawarkan diskon hingga US$ 1.000 untuk para konsumen Toyota maupun Honda yang ingin menukar mobil mereka dengan produk-produk keluaran Ford.
General Motors Co. (GM) melakukan hal serupa. Bahkan, produsen mobil asal Detroit ini langsung menembak sasaran. General Motors menawarkan insentif penjualan untuk 2,3 juta pemilik mobil Toyota yang mobilnya ditarik oleh produsen asal Jepang itu.
Analis juga memprediksi, produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai Motor Co., bakal kecipratan untung dari kasus ini. Maklum, bulan depan, Hyundai berencana memperkenalkan model mobil terbarunya, Sonata, ke pasar Amerika Serikat.
Cuma, prediksi analis ini mendapat bantahan dari pihak Hyundai. Dalam paparan kinerja di Seoul kemarin, petinggi Hyundai menegaskan tidak punya rencana memberi insentif untuk memikat pemilik mobil Toyota.
"Kami akan menjaga kualitas dan menerapkan strategi harga. Kami menawarkan mobil berkualitas dengan harga kompetitif," ujar Senior Vice President Hyundai, Park Dong-wook, seperti dikutip Reuters, kemarin. Menurutnya, tidak menyenangkan mengaitkan strategi bisnis Hyundai dengan masalah yang melanda Toyota.
Selain di AS, harian lokal Jepang Yomiuri, mengabarkan Toyota juga akan melakukan hal serupa dengan mobil-mobilnya di Eropa. Akibat masalah di pedal gas, penarikan mobil Toyota di AS mencapai angka 5,35 juta unit, Sedangkan di Eropa, diperkirakan angkanya bisa mencapai 2 juta unit. Toyota juga akan melakukan recall di China.
Susanne Knechtges, Juru Bicara Toyota wilayah Eropa yang berbasis di Jerman pun tidak membantah. Menurutnya, hasil investigasi soal recall di Eropa kemungkinan akan dipublikasikan hari ini. Susanne menegaskan, kalau pun ada recall jenis mobilnya akan berbeda dengan AS. Sebab, mobil-mobil Toyota di Eropa memiliki komponen dan pemasok yang berbeda. "Semua sedang dalam investigasi," ucapnya.
Sementara Juru Bicara Toyota Takanori Yokoi kemarin, mengatakan bakal menghentikan produksi di salah satu lini pabriknya di Inggris. Rencana penutupan itu akan dilakukan pada Agustus mendatang.
Alasan penutupan tersebut adalah akibat kelebihan sekitar 700-750 pekerja. Perusahaan berencana menawarkan pensiun dini.











