kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Tren Mengejutkan: 93% Warga Malaysia yang Pindah Pilih Singapura


Jumat, 09 Januari 2026 / 06:50 WIB
Tren Mengejutkan: 93% Warga Malaysia yang Pindah Pilih Singapura
ILUSTRASI. Lebih dari 57.000 warga Malaysia melepaskan kewarganegaraan dan pindah ke Singapura dalam lima tahun terakhir. Faktor ekonomi dan keluarga jadi pendorong utama. (Wong Fok Loy/SOPA Images via REUTERS)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Gelombang perpindahan warga Malaysia ke luar negeri kembali menjadi sorotan. Dalam lima tahun terakhir hingga 17 Desember 2025, lebih dari 57.000 warga Malaysia resmi melepaskan kewarganegaraannya dan pindah ke Singapura.

Melansir Asia One yang mengutip Harian Metro, Direktur Jenderal Departemen Pendaftaran Nasional Malaysia, Badrul Hisham Alias, mengungkapkan bahwa total 61.116 warga Malaysia melepas kewarganegaraan dalam periode tersebut. Dari jumlah itu, 93,78% atau sekitar 57.315 orang memilih Singapura sebagai negara tujuan. Sisanya berpindah ke Australia (2,15%) dan Brunei Darussalam (0,97%).

Badrul menyebut, perempuan menjadi kelompok terbesar yang melepas kewarganegaraan, dengan total mencapai 35.356 orang. Secara rata-rata, sekitar 10.000 warga Malaysia meninggalkan kewarganegaraan mereka setiap tahun.

"Keputusan untuk melepaskan kewarganegaraan Malaysia sebagian besar didorong oleh faktor ekonomi dan keluarga," ujar Badrul.

Ia menjelaskan, khusus untuk Singapura, banyak warga Malaysia yang telah bekerja di negara tersebut. Peluang kerja dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi dinilai memudahkan mereka memperoleh kewarganegaraan Singapura.

Baca Juga: Pegawai Federal AS Turun Drastis, Terendah dalam Satu Dekade Terakhir

Selain faktor ekonomi, alasan keluarga juga menjadi pendorong utama, terutama bagi warga Malaysia yang menikah dengan pasangan asing dan kemudian menetap di luar negeri.

Dari sisi usia, mayoritas warga yang melepas kewarganegaraan berada pada rentang usia produktif. Kelompok usia 31–40 tahun menjadi yang terbesar dengan 19.287 orang (31,16%), disusul usia 21–30 tahun sebanyak 18.827 orang (30,8%), usia 41–50 tahun 14.126 orang (23,1%), dan usia di atas 50 tahun 8.876 orang (14,5%).

Sebelumnya, The Star juga melaporkan bahwa lebih dari 97.000 warga Malaysia melepas kewarganegaraan dalam rentang 2015 hingga Juni 2025, menegaskan tren migrasi jangka panjang yang terus berlanjut.

Tonton: Berlaku 2026, Poligami Rahasia Jadi Kejahatan Serius

Kesimpulan

Lonjakan warga Malaysia yang melepaskan kewarganegaraan dan pindah ke Singapura menegaskan kuatnya faktor ekonomi dan keluarga dalam keputusan migrasi, terutama di kalangan usia produktif. Perbedaan peluang kerja dan tingkat pendapatan membuat Singapura menjadi tujuan utama, sekaligus memunculkan tantangan serius bagi Malaysia terkait arus keluar sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Selanjutnya: Dapat Persetujuan RUPSLB, RISE Genjot Modal dan Bagi Saham Bonus

Menarik Dibaca: Promo Weekend Hemat di Pizza Hut Beli Big Box Gratis Meat Lovers Rp 50.000




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×