kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Trump: AS siap menembak, membalas serangan terhadap Saudi


Senin, 16 September 2019 / 06:52 WIB
Trump: AS siap menembak, membalas serangan terhadap Saudi
ILUSTRASI. Kilang minyak Saudi Aramco


Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menolak tuduhan AS sebagai "tidak ada gunanya". Seorang komandan Pengawal Revolusi senior memperingatkan bahwa Republik Islam Iran siap untuk berperang secara "penuh".

"Semua pangkalan Amerika Serikat dan kapal induk mereka dalam jarak hingga 2.000 kilometer di sekitar Iran berada dalam jangkauan rudal kami," kata kantor berita semi-resmi Tasnim mengutip Komandan Amirali Hajizadeh.

Pejabat AS, yang meminta anonom, mengatakan pada hari Minggu, ada 19 titik dampak serangan terhadap fasilitas Saudi dan bukti menunjukkan bahwa daerah peluncuran berada di barat-barat laut dari target - bukan selatan dari Yaman.

Pejabat itu menambahkan bahwa para pejabat Saudi mengindikasikan mereka telah melihat tanda-tanda bahwa rudal jelajah digunakan dalam serangan itu. Indikasi itu tidak konsisten dengan klaim kelompok Houthi yang berpihak pada Iran bahwa mereka melakukan serangan dengan 10 drone.

"Tidak ada keraguan bahwa Iran bertanggung jawab untuk ini. Tidak ada kandidat lain," kata pejabat itu kepada wartawan.

Baca Juga: Duh, serangan atas fasilitas Saudi hanguskan separuh suplai minyak kerajaan

Aramco tidak memberikan batas waktu pemulian produksi. Sebuah sumber yang dekat dengan masalah ini mengatakan kepada Reuters bahwa kembali ke kapasitas minyak penuh bisa memakan waktu "berminggu-minggu, bukan berhari-hari".

Pedagang dan analis mengatakan harga minyak mentah dapat melonjak hingga setinggi US$ 100 per barel jika Riyadh gagal dengan cepat mengembalikan pasokan.

Selanjutnya: Harga emas spot melejit 1,46% ke US$ 1.5010 akibat tensi geopolitik


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×