kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.137   -84,14   -1,35%
  • KOMPAS100 812   -12,54   -1,52%
  • LQ45 613   -12,39   -1,98%
  • ISSI 210   -2,49   -1,17%
  • IDX30 347   -8,27   -2,33%
  • IDXHIDIV20 423   -12,84   -2,94%
  • IDX80 92   -1,53   -1,63%
  • IDXV30 114   -1,65   -1,43%
  • IDXQ30 111   -3,70   -3,24%

Trump Berterima Kasih kepada Xi dan Putin atas Sikap Netral dalam Perang di Iran


Kamis, 18 Juni 2026 / 14:46 WIB
Trump Berterima Kasih kepada Xi dan Putin atas Sikap Netral dalam Perang di Iran
ILUSTRASI. Konflik Iran-AS berakhir gencatan senjata. Trump memuji Xi Jinping dan Vladimir Putin karena sikap netralnya. (via REUTERS/Alex Brandon)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – EVIAN-LES-BAINS. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji sikap Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dinilainya tetap bersikap netral selama konflik dengan Iran.

Menurut Trump, kedua pemimpin tersebut tidak menghambat upaya Washington untuk membatasi ambisi nuklir Teheran dan justru membantu meredakan situasi.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Rabu (17/6/2026) setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dalam konflik tersebut.

"Saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka karena mereka membuat situasi menjadi jauh lebih baik," kata Trump.

Berbicara dalam konferensi pers di sela-sela Konferensi Kelompok Tujuh (G7) di Evian-les-Bains, Prancis, Trump mengatakan dirinya menghargai keputusan kedua negara untuk tidak terlibat dalam konflik.

Baca Juga: Saham Samsung dan SK Hynix Meroket, Regulator Korsel Minta Investor Berhati-hati

"Saya ingin berterima kasih kepada China, kepada Presiden Xi. Saya berkomunikasi dengannya dan dia tetap netral, benar-benar netral, dan saya menghargainya," ujar Trump.

Trump menambahkan, "Saya juga ingin berterima kasih kepada Vladimir Putin. Dia sangat netral. Mereka sebenarnya bisa membuat situasi menjadi jauh lebih sulit bagi kami."

Pernyataan tersebut kontras dengan kritik Trump terhadap sejumlah sekutu Amerika Serikat, mulai dari Jepang hingga negara-negara Eropa, yang menurutnya tidak memberikan bantuan dalam operasi militer maupun upaya lanjutan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur perdagangan maritim yang sempat diblokade Iran.

Hubungan Dekat Beijing dan Moskow dengan Teheran

China dan Rusia diketahui memiliki hubungan erat dengan Iran. Pemerintah Rusia sebelumnya telah memperingatkan bahwa perang tersebut berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Beijing secara terbuka mengecam serangan Amerika Serikat terhadap Iran dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara itu.

Pejabat intelijen Amerika Serikat juga menilai bahwa China memasok berbagai barang yang berpotensi memiliki kegunaan militer kepada Iran, menurut sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut. Selain itu, kilang-kilang minyak independen di China tetap menjadi pembeli utama minyak Iran selama konflik berlangsung meskipun menghadapi sanksi dari Washington.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Xi Jinping justru membantu proses penyelesaian konflik dan tidak mengirimkan persenjataan besar ataupun rudal pertahanan udara portabel ke Iran.

Baca Juga: Stimulus Trade-In China Dongkrak Penjualan 820 Miliar Yuan hingga Mei 2026

"Mereka sebenarnya bisa saja mengirim sebuah kapal tanker minyak yang dikawal enam kapal perusak di setiap sisinya. Namun mereka tidak melakukannya. Presiden Xi membantu saya. Dia berupaya membantu, dan saya pikir dia kemungkinan memang membantu menyelesaikan persoalan ini," kata Trump.

Respons China

Menanggapi pernyataan tersebut, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menyatakan bahwa posisi Beijing selama konflik tetap konsisten.

Menurut pernyataan tersebut, China "secara konsisten mempertahankan sikap yang sama dan terus bekerja tanpa lelah untuk mengakhiri pertempuran serta mewujudkan perdamaian."

Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di Washington belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait pernyataan Trump.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×