Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menginstruksikan para pembantunya untuk menyiapkan rencana blokade terhadap Iran dalam jangka panjang, demikian dilaporkan Wall Street Journal pada Selasa (28/4/2026), mengutip sejumlah pejabat AS.
Melansir Reuters, dalam beberapa pertemuan terakhir, Trump disebut memilih untuk terus menekan perekonomian Iran dan ekspor minyaknya dengan mencegah aktivitas pelayaran keluar-masuk pelabuhan Iran, menurut laporan tersebut.
Trump diyakini menilai opsi lain, termasuk melanjutkan pengeboman atau menarik diri dari konflik, memiliki risiko lebih besar dibanding mempertahankan blokade.
Reuters belum dapat segera memverifikasi laporan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Trump pada Senin (27/4/2026) membahas proposal baru dari Iran terkait penyelesaian perang dengan Teheran bersama para penasihat keamanan nasionalnya. Konflik tersebut masih berada dalam kondisi buntu, sementara pasokan energi dari kawasan Timur Tengah ikut terganggu.
Baca Juga: Pasar Saham Global Terkoreksi Menanti The Fed, Risiko Iran dan AI Membayangi
Sumber-sumber Iran pada Senin sebelumnya mengungkapkan proposal terbaru Teheran, yang mengusulkan agar pembahasan program nuklir Iran ditunda hingga perang berakhir dan sengketa pengiriman di kawasan Teluk selesai. Namun, usulan ini diperkirakan tidak akan memuaskan Washington, karena AS menegaskan isu nuklir harus dibahas sejak awal.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai Iran sedang berupaya mengulur waktu. “Kita tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja,” kata Rubio dalam wawancara dengan Fox News.
Tonton: UEA Keluar dari OPEC! Harga Minyak Dunia Terancam Meledak
“Iran sangat pandai bernegosiasi. Mereka sangat berpengalaman. Kita harus memastikan setiap kesepakatan benar-benar mencegah mereka melaju menuju senjata nuklir kapan pun,” ujar Rubio seperti yang dilansir dari Reuters.













