kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Trump: Intelijen AS meragukan Rusia desak Taliban untuk membunuh pasukan Amerika


Kamis, 02 Juli 2020 / 04:58 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump. REUTERS/Leah Millis


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu (1/7/2020) bahwa ia tidak mendapat informasi tentang laporan bahwa Rusia telah mendesak Taliban untuk membunuh tentara AS. Pasalnya, banyak pejabat intelijen AS meragukan kebenaran kabar tersebut. Sikap ini sangat bertentangan dengan empat sumber AS dan Eropa.

"Kami tidak pernah mendengarnya karena intelijen tidak pernah mencapai tingkat itu ... Ini tidak muncul pada kesempatan itu. Orang-orang intelijen ... banyak dari mereka tidak percaya itu terjadi sama sekali," katanya kepada Fox Business Network.

Melansir Reuters, empat sumber AS dan pemerintah Eropa, yang akrab dengan pelaporan intelijen, mengatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir Amerika Serikat telah memperoleh laporan baru yang mendukung tuduhan bahwa Rusia telah mendorong gerilyawan yang berafiliasi dengan Taliban untuk membunuh tentara AS dan sekutunya di Afghanistan.

Baca Juga: Putin kecam Amerika Serikat yang jatuhkan sanksi baru atas Suriah

Sumber-sumber, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan informasi terbaru menyebabkan para pakar pemerintah AS langsung mengajukan pertanyaan kepada Badan Keamanan Nasional terkait dugaan tersebut.

Salah satu sumber dan sumber kelima Reuters yang mengetahui secara detail masalah tersebut mengatakan, komunitas intelijen AS yakin Rusia mendorong Taliban untuk membunuh pasukan AS di Afghanistan, tetapi ada perdebatan internal mengenai apakah Moskow benar-benar memberikan hadiah berkenaan dengan hal itu.

Baca Juga: Donald Trump setujui rencana Pentagon tarik 9.500 pasukan AS dari Jerman

Sumber keenam Reuters yang juga akrab dengan masalah ini mengatakan, CIA cukup percaya kepada intelijen untuk memasukkan masalah ini dalam publikasi andalan hariannya, CIA World Intelligence Review, yang dikenal secara informal sebagai "The Wire" pada Mei lalu.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×