kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Trump: Intelijen AS meragukan Rusia desak Taliban untuk membunuh pasukan Amerika


Kamis, 02 Juli 2020 / 04:58 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump. REUTERS/Leah Millis


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebelumnya, Trump mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa dia tidak diberi pengarahan tentang masalah itu. Gedung Putih mengatakan Trump tidak secara pribadi diberi penjelasan, tetapi tidak membahas apakah dia telah menerima laporan tertulis, membacanya, dan mengapa dia tidak menanggapi lebih agresif jika demikian.

Baca Juga: Rusia percepat pengiriman sistem rudal canggih pesanan India, militer China terancam

Hal ini yang kemudian menimbulkan kontroversi di antara sesama anggota Republik serta Demokrat, di mana ada kemungkinan Trump telah mengabaikan atau tidak tahu tentang ancaman terhadap pasukan AS. Kondisi ini dapat memukul perolehan suara Trump ketika ia berusaha untuk terpilih kembali pada pemilu 3 November mendatang.

Baca Juga: Rusia mengaku tidak tahu situasi darurat terkait partikel nuklir di laut Baltik

Sebelumnya beredar kabar bahwa penyelidik AS dan Eropa sangat mencurigai unit GRU badan intelijen militer Rusia menargetkan tentara AS di Afghanistan dengan menggunakan kelompok militan yang terkait dengan Taliban. Menurut empat sumber yang akrab dengan pelaporan intelijen, unit GRU adalah unit yang sama yang terlibat dalam peracunan pembelot intelijen Rusia Sergei Skripal di Inggris.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×