kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Trump kalah, Mahkamah Agung Amerika Serikat menangkan kaum LGBT


Selasa, 16 Juni 2020 / 06:00 WIB
Trump kalah, Mahkamah Agung Amerika Serikat menangkan kaum LGBT


Sumber: Reuters | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Mahkamah Agung AS memberikan kemenangan bagi kaum LGBT melawan pemerintahaan Donald Trump. Mengutip Reuters Senin (15/6), MA menetapkan UU Federal untuk melarang diskriminasi tempat kerja dan melindungi karyawan gay dan waria.

Keputusan penting ini menjadi momen terbesar untuk hak-hak LGBT di AS sejak Mahkamah Agung mengesahkan pernikahan sesama jenis di seluruh negeri pada tahun 2015.

Para hakim memutuskan bahwa kaum gay dan transgender dilindungi berdasarkan Judul VII dari Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964, yang melarang pengusaha untuk melakukan diskriminasi terhadap karyawan berdasarkan jenis kelamin serta ras, warna kulit, asal negara dan agama. “Tidak mungkin seorang majikan dapat mendiskriminasikan mereka yang memeriksa kotak homoseksual atau transgender tanpa membeda-bedakan sebagian karena jenis kelamin pelamar," tulis putusan tersebut.  Dalam putusannya, ada dua hakim konservatif memang yang tidak setuju dengan putusan keseluruhan.

Putusan ini dalam beberapa kasus berbeda yang masuk ke MA yakni hak-hak gay dari Georgia dan New York dan kasus hak-hak waria dari Michigan  yang mengakui perlindungan pekerja baru dalam hukum federal.

"Keputusan bersejarah Mahkamah Agung menegaskan apa yang seharusnya tidak menjadi perdebatan: LGBTQ Amerika harus dapat bekerja tanpa takut kehilangan pekerjaan karena siapa mereka," kata Sarah Kate Ellis, presiden kelompok hak-hak gay GLAAD.

Trump yang sejak berkuasa memang beberapa kali mengambil tindakan tidak mendukung hak-hak transgender dan gay. Trump mendapatkan dukungan dari para pemilih Kristen evangels.

Alphonso David seorang aktivis LGBT AS mengatakan putusan itu sesuai dengan rasa keadilan. "Tidak seorang pun boleh ditolak pekerjaan atau dipecat hanya karena siapa mereka atau siapa yang mereka cintai," ujarnya. Sementara Gedung Putih tidak memiliki komentar atas putusan MA itu.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×