Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump mengancam akan memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell dari kursinya sebagai anggota Dewan Gubernur bank sentral AS jika Powell tidak mengosongkan jabatan itu juga ketika masa jabatannya sebagai kepala Fed berakhir pada 15 Mei. Hal ini mengintensifkan kebuntuan yang telah mengacaukan transisi kekuasaan Fed yang biasanya lancar.
Ancaman pemerintahan Trump terhadap Powell, termasuk penyelidikan kriminal yang sedang berlangsung, dapat menunda pengesahan Senat atas Kevin Warsh sebagai calon pilihan Trump untuk menggantikan Powell sebagai kepala Fed.
Tetapi presiden dalam sebuah wawancara di Fox Business justru mempertegas penyelidikan tersebut sebagai cara untuk membuktikan "ketidakkompetenan" Powell.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Pengiriman Via Selat Hormuz Tersendat Meski Ada Negosiasi AS-Iran
"Jika dia tidak pergi sama sekali, "maka saya harus memecatnya."
"Anda ingin Jay Powell disingkirkan?" tanya pembawa acara Fox Business, Maria Bartiromo, kepada presiden.
"Jika dia tidak pergi tepat waktu - saya telah menahan diri untuk memecatnya, saya ingin memecatnya, tetapi saya tidak ingin menimbulkan kontroversi. Saya ingin tidak menimbulkan kontroversi, tetapi dia akan dipecat," jawab Trump.
Dia tidak memberikan indikasi bahwa Jaksa Agung AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, akan mundur dari penyelidikan proyek gedung Fed yang telah dikritik pemerintah karena pembengkakan biaya.
Bahasa yang digunakan Trump menggarisbawahi taruhan yang ada, dan potensi komplikasi yang dihadapi pemerintahan jika Powell tidak meninggalkan dewan Fed.
Baca Juga: Donald Trump Minta Xi Jinping Tak Pasok Senjata ke Iran
Dengan kendali yang lebih besar atas kursi di dewan beranggotakan tujuh orang tersebut, Warsh akan memiliki kebebasan yang lebih besar dalam menetapkan kebijakan moneter dan melakukan perubahan lain di bank sentral yang mungkin diinginkan oleh pemerintahan.
Trump hanya menunjuk tiga dari anggota saat ini, dan salah satunya, Gubernur Fed Stephen Miran, menduduki kursi yang masa jabatannya telah berakhir dan, sebagaimana adanya, harus dikosongkan agar Warsh dapat bergabung.













