kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Trump Peringatkan Turki Tidak Serang Kelompok Kurdi di Suriah

Selasa, 15 Januari 2019 / 09:39 WIB

Trump Peringatkan Turki Tidak Serang Kelompok Kurdi di Suriah
ILUSTRASI. Tentara Kurdi Irak

KONTAN.CO.ID - DW. Presiden AS Donald Trump memperingatkan Turki tentang resiko konsekuensi sanksi ekonomi, jika menyerang pasukan Kurdi di Suriah setelah penarikan pasukan AS.

Lewat Twitter Trump hari Minggu (13/1) menulis, AS "akan menghancurkan Turki secara ekonomi jika mereka menyerang (pasukan) Kurdi." Dia juga mengatakan, pasukan AS menarik diri dari Suriah, namun akan kembali menyerang ISIS dari basis-basis terdekat jika mereka memperkuat diri lagi.

Trump juga menyerukan pembentukan zona aman dalam radius 20 mil (30 kilometer) di Suriah dan mengatakan, dia tidak ingin kelompok Kurdi yang merupakan sekutu AS melawan ISIS di Suriah "mencari konfrontasi dengan Ankara".

'Teroris tidak bisa menjadi mitra'

Hanya beberaja jam setelah pernyataan Trump, juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin menjawab lewat Twitter, tidak ada perbedaan antara kelompok ISIS dan pasukan Kurdi di Suriah, YPG.

"Teroris tidak bisa menjadi mitra dan sekutu kalian," tulis Kalin. "Turki mengharapkan AS menghormati kemitraan strategis" kedua negara dan Turki tidak ingin membiarkan dirinya dibayangi propaganda teroris.

Komentar Donald Trump muncul setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan mengambil tindakan terhadap YPG, yang Turki anggap sebagai organisasi teroris yang berafiliasi dengan Partai Buruh Kurdi, PKK. Selama puluhan tahun PKK terlibat konfrontasi militer melawan kekuasaan Turki di kawasan warga Kurdi.

AS optimis capai kesepakatan

Pekan lalu, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan, rencana penarikan pasukan AS dari Suriah bergantung pada janji Turki untuk tidak menyerang YPG. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menanggapi komentar Boltion sebagai "kesalahan serius."

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan hari Sabtu (12/1), dia optimis Amerika Serikat dan Turki akan mencapai kesepakatan tentang bagaimana melindungi pasukan YPG di Suriah.

"Kami yakin kami dapat mencapai kesepakatan terkait dua hal: melindungi Turki dari ancaman teror, dan mencegah segala resiko substansial bagi orang-orang yang tidak menimbulkan resiko teror ke Turki," kata Pompeo tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pompeo mengatakan, dia sudah berbicara dengan rekannya dari Turki, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, dan mengakui masih ada "banyak detail yang masih harus dikerjakan." Namun Mike Pompeo menyatakan dia optimis kedua belah pihak dapat mencapai "hasil yang baik."

Bulan Desember lalu, pemerintah AS mengumumkan rencana untuk menarik sekitar 2.000 tentaranya dari Suriah. Langkah itu dilakukan setelah Trump menyatakan bahwa kelompok teroris ISIS telah dikalahkan di Suriah. Pernyataan itu dikritik mitra-mitra AS, termasuk Jepang dan Jerman.


Sumber : DW.com
Editor: Sri Sayekti
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0868 || diagnostic_web = 0.4418

Close [X]
×