kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.770   61,00   0,34%
  • IDX 6.486   -32,52   -0,50%
  • KOMPAS100 844   -3,83   -0,45%
  • LQ45 639   -2,60   -0,40%
  • ISSI 228   -1,13   -0,49%
  • IDX30 358   -1,35   -0,38%
  • IDXHIDIV20 438   -0,35   -0,08%
  • IDX80 96   -0,40   -0,42%
  • IDXV30 122   0,66   0,54%
  • IDXQ30 114   -0,31   -0,27%

Trump Sebut Minyak Venezuela Akan Isi Kembali Cadangan Strategis AS


Senin, 31 Agustus 2026 / 09:59 WIB
Trump Sebut Minyak Venezuela Akan Isi Kembali Cadangan Strategis AS
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan minyak dari kesepakatan terbaru dengan Venezuela akan digunakan untuk mengisi kembali cadangan minyak strategis (REUTERS/Orhan Qereman)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan minyak dari kesepakatan terbaru dengan Venezuela akan digunakan untuk mengisi kembali cadangan minyak strategis atau Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Minggu (30/8/2026) waktu setempat, ketika cadangan minyak strategis AS berada di level yang mendekati titik terendah dalam lebih dari empat dekade.

Trump mengatakan melalui unggahan di media sosial bahwa proses pengisian kembali cadangan minyak strategis AS atau "topping out" akan segera dimulai. Ia juga menyebut minyak Venezuela tersebut sebagai “Hadiah dari Venezuela untuk Rakyat Amerika Serikat.”

Namun, belum jelas seberapa cepat kesepakatan dengan Venezuela dapat memasok minyak ke SPR maupun memberikan manfaat dalam waktu dekat bagi konsumen bahan bakar di AS.

Kesepakatan yang diumumkan Trump pada Jumat (28/8/2026) ditujukan untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela yang mengalami tekanan berat dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, peningkatan produksi minyak Venezuela secara signifikan masih membutuhkan investasi besar serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

Baca Juga: Harga Emas Capai Level Terendah 2 Minggu, Terseret Sikap Hawkish Ketua The Fed

Cadangan Minyak AS Dekati Level Terendah 44 Tahun

Data per 21 Agustus menunjukkan cadangan minyak strategis AS berada di sekitar 290 juta barel. Posisi tersebut mendekati level terendah dalam 44 tahun terakhir.

Penurunan cadangan tersebut terjadi setelah AS melakukan pelepasan stok minyak strategis pada masa pemerintahan Joe Biden maupun Donald Trump sebagai respons terhadap berbagai gangguan pasokan energi global.

Salah satu faktor utama yang mendorong penggunaan cadangan minyak AS adalah invasi Rusia ke Ukraina yang mengganggu pasar energi global. Konflik dengan Iran juga turut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak dunia.

SPR merupakan salah satu instrumen penting pemerintah AS untuk menghadapi gangguan pasokan minyak dan lonjakan harga energi. Dengan cadangan yang saat ini berada pada level rendah, upaya mengisi kembali stok tersebut menjadi perhatian bagi pemerintahan Trump.

Minyak Venezuela Belum Langsung Tambah Pasokan

Meskipun Trump menyebut minyak Venezuela akan digunakan untuk mengisi kembali SPR, kesepakatan tersebut belum tentu menghasilkan tambahan pasokan dalam waktu singkat.

Industri minyak Venezuela membutuhkan investasi yang besar untuk meningkatkan produksi. Selain itu, berbagai fasilitas produksi, pengolahan, serta infrastruktur pendukung juga membutuhkan pengembangan agar mampu meningkatkan volume produksi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Lebih dari US$1, Konflik AS-Iran Memanas di Selat Hormuz

Kondisi tersebut membuat dampak kesepakatan terhadap pasokan minyak AS maupun harga bahan bakar bagi konsumen masih sulit dipastikan dalam jangka pendek.

Bagi pasar minyak global, kesepakatan AS-Venezuela berpotensi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena peningkatan produksi Venezuela pada akhirnya dapat menambah pasokan minyak dunia.

Namun, realisasi tambahan produksi akan sangat bergantung pada kecepatan investasi, kesiapan infrastruktur, serta implementasi kesepakatan yang telah diumumkan pemerintahan Trump.

Dengan cadangan strategis AS yang hanya sekitar 290 juta barel, pengisian kembali SPR menjadi agenda penting untuk memperkuat ketahanan energi AS menghadapi potensi gangguan pasokan minyak global berikutnya.




TERBARU

[X]
×