kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Trump sengaja sebut corona sebagai virus China, WHO mengecam


Kamis, 19 Maret 2020 / 16:17 WIB
ILUSTRASI. Logo WHO. WHO mengecam aksi penggunaan bahasa yang kerap digunakan untuk mendiskriminasi saat virus corona mewabah. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

Trump, yang telah berulang kali menolak kritik atas tanggapan pemerintahannya terhadap wabah Covid-19 dengan mengatakan bahwa orang Asia-Amerika kemungkinan besar akan setuju dengan penggunaan istilah tersebut.

Bahasa tersebut, yang bertentangan dengan pedoman WHO terhadap penggunaan istilah geografis dalam penamaan penyakit, telah menimbulkan gelombang kritik dari publik AS.

Baca Juga: Kunjungan warga binaan dihentikan sementara diganti dengan video call

Judy Chu, seorang anggota parlemen Demokrat dari California, menyebut dirinya sudah mendapat komitmen dari Sekretaris Layanan Kesehatan Trump, Alex Azar untuk bisa menahan diri dalam menyebutkan "China coronavirus".

"Kita harus memastikan bahwa tidak ada orang yang didiskriminasi berdasarkan etnis. Etnis bukanlah yang menyebabkan coronavirus," tegasnya.

Mantan wakil presiden AS Joe Biden, yang kemungkinan akan menjadi lawan Trump dalam pemilihan di November nanti, juga mengkritik terus penggunaan istilah "virus China" yang dipakai oleh presiden.

“Hentikan ketakutan xenophobia. Lakukan saja pekerjaan Anda,” cuit Biden pada hari Rabu.

Baca Juga: Investor miliarder asal AS ini minta Trump lockdown Amerika selama 30 hari




TERBARU

[X]
×