kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Trump Tunda Kunjungan ke Beijing, Konflik Iran Hambat Normalisasi AS–China


Rabu, 18 Maret 2026 / 05:48 WIB
Trump Tunda Kunjungan ke Beijing, Konflik Iran Hambat Normalisasi AS–China
ILUSTRASI. Donald Trump (REUTERS/Leah Millis)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda kunjungannya ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping, seiring meningkatnya konflik dengan Iran yang mengalihkan fokus kebijakan luar negeri Washington.

“Kami menjadwalkan ulang pertemuan ini. Kami tetap bekerja sama dengan China, dan mereka tidak keberatan,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (17/3/2026).

Awalnya, Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke Beijing pada 31 Maret hingga 2 April 2026.

Baca Juga: Harga Emas Stabil Selasa (17/3), Pasar Pantau Konflik Iran dan Keputusan The Fed

Namun, agenda tersebut kini ditunda sekitar lima hingga enam minggu ke depan, meski belum ada tanggal pasti yang diumumkan.

Pihak Kedutaan Besar China di Washington menyatakan, komunikasi antara kedua negara tetap berlangsung.

“China dan AS tetap berkomunikasi terkait kunjungan Presiden Trump, termasuk mengenai waktunya. Saat ini belum ada informasi tambahan,” ujar juru bicara kedutaan.

Dampak Konflik ke Diplomasi dan Pasar

Penundaan ini menambah ketidakpastian bagi pasar global dan hubungan diplomatik antara dua ekonomi terbesar dunia.

Konflik di Timur Tengah telah mendorong lonjakan harga minyak serta mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital perdagangan energi global.

Selain itu, penundaan ini juga berpotensi menghambat upaya meredakan ketegangan antara Washington dan Beijing terkait berbagai isu strategis, seperti Taiwan, tarif perdagangan, semikonduktor, perdagangan narkotika ilegal, hingga pasokan logam tanah jarang.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 3%, Serangan Iran ke UEA Picu Kekhawatiran Pasokan Global

Tekanan Politik dan Ekonomi

Sumber yang mengetahui perencanaan kunjungan menyebutkan bahwa agenda kunjungan kenegaraan yang mewah dinilai kurang tepat di tengah tekanan ekonomi domestik AS serta meningkatnya korban militer akibat konflik di Timur Tengah.

Konflik tersebut juga memicu respons keras dari Iran, termasuk ancaman terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Upaya Trump meminta dukungan sekutu untuk mengamankan jalur tersebut juga belum mendapat respons luas.

Di sisi lain, China sebagai importir minyak terbesar dunia dengan konsumsi sekitar 12 juta barel per hari pada awal 2026 belum memberikan tanggapan langsung atas permintaan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian sebelumnya menegaskan bahwa spekulasi penundaan kunjungan akibat isu Selat Hormuz adalah tidak tepat.

Baca Juga: Macron Bantah Trump: Paris Ogah Ikut Operasi Militer Selat Hormuz

Komunikasi Tetap Berjalan

Meski kunjungan ditunda, komunikasi bilateral tetap berlangsung. Persiapan pertemuan sebelumnya mencakup pembicaraan di Paris antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng.

Pembahasan meliputi peningkatan impor produk pertanian AS seperti unggas dan daging sapi, serta kerja sama terkait pasokan logam tanah jarang yang didominasi China.

Selain itu, kedua pihak juga menjajaki pendekatan baru untuk mengelola hubungan perdagangan dan investasi di tengah dinamika global yang semakin kompleks.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×