kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Tumpukan Tanker di Teluk, Pelaku Pelayaran Tunggu Kepastian Dibukanya Selat Hormuz


Rabu, 08 April 2026 / 19:39 WIB
Tumpukan Tanker di Teluk, Pelaku Pelayaran Tunggu Kepastian Dibukanya Selat Hormuz
ILUSTRASI. Kapal di Teluk dekat Selat Hormuz (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Sikap “Tunggu dan Lihat”

Iran memblokade Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari, sehingga hampir menutup jalur yang digunakan untuk mengirim 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Penutupan ini mendorong harga energi melambung tinggi dan mengguncang ekonomi serta pasar global.

Baca Juga: Pakistan Sukses Mediasi AS-Iran, Qatar Desak Semua Pihak Kendalikan Diri

Gencatan senjata yang diumumkan sekitar 90 menit sebelum tenggat waktu Trump untuk membuka kembali Selat Hormuz membuat harga minyak turun tajam.

Dua broker kapal menyebut, pemilik kapal kemungkinan tetap bersikap “tunggu dan lihat” sebelum kapal diperbolehkan memasuki Teluk.

Permintaan kapal Very Large Crude Carriers (VLCC) untuk mengangkut minyak mentah Timur Tengah ke Asia melonjak pada Rabu, dengan penyuling di Asia seperti Reliance Industries, Indian Oil Corp, Nghi Son Refinery & Petrochemical, serta CNOOC, termasuk Abu Dhabi National Oil Co, Glencore, dan TotalEnergies, mulai mencari kapal, menurut tiga sumber pelayaran.

Glencore dan TotalEnergies menolak berkomentar, sementara perusahaan lain belum memberikan tanggapan resmi.

Grup pelayaran Denmark Maersk menyatakan, gencatan senjata bisa menciptakan peluang transit di Selat Hormuz, tetapi belum memberikan kepastian penuh secara maritim.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan sedang bekerja sama dengan pihak Iran untuk memastikan dua kapal Pertamina yang terjebak di Teluk bisa melintas.

Baca Juga: Yunani Larang Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun Mulai 2027

“Beberapa hal teknis sedang ditindaklanjuti untuk memastikan keselamatan pelayaran, termasuk asuransi dan kesiapan kru,” ujar juru bicara Kemenlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.

Kementerian Luar Negeri China berharap semua pihak berupaya bersama agar perdagangan melalui Selat Hormuz bisa kembali normal, sementara Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengadakan pertemuan dengan Presiden Iran.

Ekonomi Asia, sebagai pembeli utama minyak yang melewati Selat Hormuz, paling terdampak akibat gangguan ini.

“Kami memperkirakan tanker dan minyak yang dikirim ke negara yang bersahabat dengan Iran akan menjadi yang pertama melintas,” kata Anoop Singh, Kepala Riset Pelayaran Global di Oil Brokerage.

“Kebanyakan tanker minyak akan diperbolehkan melintas,” tambahnya, dengan perkiraan lebih dari 50 VLCC dan sekitar 15 kapal Suezmax bisa keluar dari Teluk.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×