kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Twitter Meninjau Kebijakan Pelarangan Permanen bagi Pengguna yang Melanggar


Rabu, 12 Oktober 2022 / 13:09 WIB
ILUSTRASI. Twitter Inc tengah meninjau kebijakannya seputar pelarangan pengguna secara permanen. REUTERS/Brendan McDermid


Sumber: Financial Times,Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Twitter Inc tengah meninjau kebijakannya seputar pelarangan pengguna secara permanen. Kemungkinan rencana ini akan membawa moderasi kontennya sejalan dengan visi Elon Musk untuk platform media sosial.

Mengutip Reuters, Rabu (12/10), Financial Times (FT) melaporkan, Twitter telah menjajaki apakah ada alat moderasi konten lain yang dapat menggantikan larangan, sebagai pengganti hukuman terberat jika pengguna melanggar aturan. 

Hika menengok kembali pada bulan Mei, tak lama setelah menandatangani kesepakatan senilai US$ 44 miliar untuk membeli Twitter, Musk telah menjanjikan perubahan pada praktik moderasi konten platform media sosial.

Baca Juga: Kanye West Diblokir Instagram dan Twitter, Elon Musk: Selamat Datang Temanku!

Musk, yang menyebut dirinya absolutis kebebasan berbicara, juga mengatakan dia akan membatalkan larangan Twitter terhadap mantan Presiden AS Donald Trump.

Namun, laporan FT mengatakan setiap perubahan kebijakan tidak akan membuka jalan bagi kembalinya Trump ke platform tersebut karena Twitter tidak mempertimbangkan untuk membatalkan larangan yang dikeluarkan karena melanggar kebijakannya terhadap menghasut kekerasan.

Karyawan mencari area di mana mereka merasa Twitter mungkin telah melarang pengguna untuk pelanggaran yang lebih ringan, seperti berbagi informasi yang menyesatkan, tambah laporan itu.

Twitter membatasi akun Kanye West selama akhir pekan, dengan mengatakan telah menghapus postingan rapper yang dikutuk pengguna online sebagai anti-Semit.

Twitter dan perwakilan untuk Donald Trump tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×