kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.088   48,00   0,28%
  • IDX 7.247   -32,39   -0,45%
  • KOMPAS100 1.000   -6,71   -0,67%
  • LQ45 729   -4,96   -0,68%
  • ISSI 262   0,89   0,34%
  • IDX30 393   -5,41   -1,36%
  • IDXHIDIV20 480   -7,02   -1,44%
  • IDX80 113   -0,75   -0,66%
  • IDXV30 133   -1,37   -1,02%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,44%

Ukraina buka proses pidana untuk selidiki penyebab pesawat mereka jatuh di Iran


Rabu, 08 Januari 2020 / 17:55 WIB
ILUSTRASI. Puing-puing pesawat milik Ukraine International Airlines, yang jatuh setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, terlihat di pinggiran Teheran, Iran, 8 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Zelenskiy mengungkapkan, semua yang ada di pesawat nahas tersebut, 167 penumpang dan 9 awak, meninggal dunia. "Belasungkawa saya kepada para kerabat dari semua penumpang dan awak," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Api berkobar sangat hebat sehingga kami tidak bisa melakukan penyelamatan. 22 ambulans, empat ambulans bus, dan sebuah helikopter di lokasi itu," ujar Pirhossein Koulivand, Kepala Dinas Darurat Iran, kepada televisi pemerintah Iran seperti dikutip Reuters.

Menteri Luar Negeri Ukraina Vadym Prystaiko menuturkan, para korban termasuk 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, tiga warga Jerman, dan tiga warga Inggris. Sebagian besar penumpang sedang transit.

Baca Juga: Otoritas penerbangan larang maskapai terbang di wilayah Irak, Iran, Teluk Oman

Media Iran mengutip seorang pejabat otoritas penerbangan setempat melaporkan, pilot tidak mengumumkan keadaan darurat sebelum pesawat jatuh.

Pesawat yang jatuh adalah Boeing 737-800NG yang baru berusia tiga tahun dan dalam perjalanan ke Kiev, menurut situs pelacakan udara FlightRadar24. "Pemeliharaan terjadwal terakhir dari pesawat itu pada 6 Januari 2020," sebut UIA.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×