kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Ukraina menerima bantuan US$ 150 juta dari AS untuk memperkuat militer


Senin, 14 Juni 2021 / 09:38 WIB
Ukraina menerima bantuan US$ 150 juta dari AS untuk memperkuat militer
ILUSTRASI. Anggota angkatan bersenjata Ukraina berkumpul di pinggir jalan dekat desa Vidrodzhennya di luar Artemivsk, wilayah Donetsk, Ukraina, 9 Juni 2015.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyampaikan dukungan tersebut kepada wartawan di atas pesawat Air Force One dalam perjalanan ke Danau Charles, Louisiana pada hari Kamis (6/5).

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden juga berkomitmen untuk tetap membuka pintu bagi negara manapun yang ingin bergabung dengan NATO.

"Administrasi Biden berkomitmen untuk memastikan bahwa pintu NATO tetap terbuka bagi para calon ketika mereka siap dan mampu memenuhi komitmen dan kewajiban keanggotaan dan berkontribusi pada keamanan di kawasan Euro-Atlantik," ungkap Jean-Pierre, seperti dikutip Sputnik News.

Pada pertengahan April, duta besar Ukraina untuk Jerman mengatakan bahwa Ukraina mungkin akan menjadi negara bersenjata nuklir lagi jika NATO tidak mengizinkannya bergabung.

Niat Ukraina ini tentunya ditanggapi dengan sinis oleh rivalnya, Rusia. Bulan lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa keanggotaan Ukraina di NATO akan mengarah pada eskalasi skala besar dari perang dingin di negara itu.

Selanjutnya: AS mendukung Ukraina untuk bergabung dengan NATO




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×