kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Uni Eropa Imbau Warganya Timbun Kebutuhan Pokok untuk 72 Jam, Ada Apa?


Kamis, 27 Maret 2025 / 06:55 WIB
Uni Eropa Imbau Warganya Timbun Kebutuhan Pokok untuk 72 Jam, Ada Apa?
ILUSTRASI. Uni Eopa menyarankan warganya untuk menimbun cukup makanan, air, dan kebutuhan pokok selama 72 jam. REUTERS/Jana Rodenbusch


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Uni Eopa menyarankan warganya untuk menimbun cukup makanan, air, dan kebutuhan pokok selama 72 jam. 

Imbauan ini sebagai bagian dari strategi Eropa yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan kebakaran dahsyat, pandemi, dan serangan militer.

Mengutip The Guardian, dalam menguraikan strategi kesiapsiagaan pertamanya, Komisi Eropa mengatakan ingin mendorong warga untuk mengambil tindakan proaktif untuk bersiap menghadapi krisis. Misalnya saja seperti mengembangkan rencana darurat rumah tangga dan menimbun persediaan penting".

Strategi tersebut sebagian terinspirasi oleh rencana di Jerman dan negara-negara Nordik, yang telah mendistribusikan pamflet informasi publik dan merancang aplikasi yang memberi tahu orang-orang apa yang harus dilakukan jika terjadi serangan militer atau krisis nasional lainnya.

"Kami katakan kepada negara-negara anggota: 72 jam swasembada adalah apa yang kami rekomendasikan," kata Hadja Lahbib, komisaris Eropa untuk kesiapsiagaan dan manajemen krisis, kepada wartawan. 

Ketika ditanya tentang apa yang harus ditimbun warga negara, ia merujuk pada sebuah video di media sosialnya, di mana ia menunjukkan tas darurat.

Baca Juga: Kurangi Dominasi China, Uni Eropa Tetapkan 47 Proyek Strategis untuk Logam Kritis

Diiringi alunan piano jazz yang tidak selaras, Lahbib ditampilkan dalam video tersebut membahas persediaan daruratnya dengan cara yang jenaka, termasuk dokumen identitas dalam wadah kedap air, makanan kaleng, air minum kemasan, korek api, pisau lipat Swiss, uang tunai, kartu remi, obat-obatan, dan radio kecil.

Strategi tersebut dirancang untuk memastikan koordinasi UE dan kesadaran publik yang lebih baik dalam menanggapi berbagai risiko potensial, seperti cuaca ekstrem yang diperburuk oleh krisis iklim, pandemi, serangan siber, dan invasi militer. 

“Kita harus bersiap menghadapi insiden dan krisis lintas sektoral berskala besar, termasuk kemungkinan agresi bersenjata, yang memengaruhi satu atau lebih negara anggota,” demikian pernyataan dokumen tersebut.

Tonton: Xi Jinping Tolak Undangan Uni Eropa untuk Hadir di Acara Ini

Komisi tersebut juga menyerukan hari kesiapsiagaan di seluruh Eropa untuk meningkatkan kesadaran; agar topik tersebut dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah; dan untuk “strategi penimbunan” UE guna memastikan pasokan bahan baku, tempat berlindung, generator, dan “berpotensi” makanan dan air yang memadai.

Selanjutnya: Indonesia Paradise Property (INPP) Memperkuat Portofolio Bisnis

Menarik Dibaca: 6 Larangan Kegiatan Saat Nyepi di Bali Berlangsung, Termasuk Mengakses Internet


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×