Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi Eropa dilaporkan tengah menyiapkan langkah baru untuk memperketat kebijakan perdagangan terhadap produk otomotif asal China. Kali ini, lembaga eksekutif Uni Eropa tersebut berencana memberlakukan bea masuk anti-subsidi (countervailing duties) terhadap mobil hybrid buatan China.
Mengutip laporan Handelsblatt pada Jumat (19/6/2026), yang mengutip pejabat tinggi Uni Eropa dan sumber industri, persiapan kebijakan tersebut telah dilakukan sehingga Komisi Eropa dapat segera memberlakukan tarif tambahan setelah memperoleh persetujuan mayoritas negara anggota Uni Eropa.
Meski demikian, Komisi Eropa menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
BYD, Chery, dan SAIC Berpotensi Terdampak
Menurut laporan tersebut, tujuan Komisi Eropa adalah mengenakan bea masuk anti-subsidi tambahan terhadap kendaraan yang diproduksi oleh sejumlah produsen otomotif asal China, seperti BYD, Chery, dan SAIC.
Baca Juga: Pemerintah India Selidiki Dugaan Limbah Pabrik Tata Electronics Kontaminasi Air
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Uni Eropa untuk menekan dampak subsidi pemerintah China yang dinilai memberikan keuntungan tidak adil bagi produsen kendaraan asal negara tersebut di pasar Eropa.
Apabila diterapkan, kebijakan baru ini akan memperluas cakupan tarif yang sebelumnya hanya menyasar kendaraan listrik murni (electric vehicle/EV) yang diproduksi di China.
Uni Eropa Khawatir Ketergantungan terhadap China
Sehari sebelumnya, para pemimpin Uni Eropa telah membahas kemungkinan penerapan langkah-langkah perdagangan yang lebih tegas guna mengurangi defisit perdagangan blok tersebut dengan China.
Baca Juga: Negosiasi Perdamaian AS-Iran di Swiss Batal, Harga Minyak Kembali Memanas
Selain itu, para pemimpin juga menyoroti tingginya ketergantungan Uni Eropa terhadap ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut, terutama dalam pasokan logam tanah jarang (rare earths) dan berbagai bahan baku strategis lainnya yang sangat penting bagi industri teknologi dan manufaktur.
Pembahasan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan negara-negara anggota mengenai keamanan rantai pasok serta perlunya diversifikasi sumber pasokan bahan baku kritis.
Melanjutkan Kebijakan Tarif Kendaraan Listrik
Rencana pengenaan tarif terhadap mobil hybrid juga merupakan kelanjutan dari kebijakan Uni Eropa sebelumnya.
Sejak tahun 2024, blok tersebut telah memberlakukan bea masuk terhadap kendaraan listrik impor yang diproduksi di China sebagai respons atas dugaan praktik subsidi yang dinilai merugikan produsen otomotif Eropa.
Jika proposal terbaru mendapat persetujuan dari mayoritas negara anggota, maka mobil hybrid dari China akan menjadi kategori kendaraan berikutnya yang dikenai tarif tambahan dalam upaya Uni Eropa melindungi industri otomotif domestiknya.













