kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Uni Eropa matangkan rencana balasan atas kebijakan tarif Trump


Selasa, 06 Maret 2018 / 18:03 WIB
Uni Eropa matangkan rencana balasan atas kebijakan tarif Trump
ILUSTRASI. Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - BRUSSEL. Rupanya ancaman yang dikeluarkan oleh Presiden Uni Eropa, Jean-Claude Juncker tidak main-main.

Setelah diumumkannya keputusan tarif impor baja dan aluminum oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Jucker mengungkapkan kekecewaannya serta mengatakan bahwa Uni Eropa akan mengembangkan rencana pembalasan atas kebijakan Trump.

Nah, Rabu (7/3), para pemangku kebijakan Uni Eropa, termasuk Juncker, akan melakukan  evaluasi terkait tiga cara yang bisa dilakukan untuk membalas kebijakan Trump.

Mengutip Wall Street Journal, rencana yang dimatangkan oleh Uni Eropa adalah merencanakan pungutan senilai US$ 3,5 miliar untuk produk-produk pertanian AS, produk-produk baja dan industri AS lainnya serta produk ikonik AS, seperti Harley Davidson dan Whiskey Bourbon.

Dari produk-produk ini, nantinya akan dipilih produk mana yang bisa memberikan cedera terbesar bagi perekonomian AS. Terutama produk-produk ikonik AS, yang kemungkinan besar akan dipilih dengan harapan mampu memberikan tekanan pada pemerintahan Trump di parlemen AS.

Pasalnya, 95% bourbon yang beredar di Eropa berasal dari negara bagian Kentucky, tempat asal Mitch McConnell, pemimpin mayoritas di senat AS dari Partai Republik. Selain itu, ketua parlemen AS Paul Ryan yang juga seorang Republikan berasal dari Wisconsin, markas Harley-Davidson.

Kepada Wall Street Journal, Juncker mengakui bahwa rencana pembalasan merupakan hal yang bodoh. "Tapi kami harus melakukannya. Kami juga bisa melakukan hal bodoh," ujar Juncker kepada Wall Street Journal.




TERBARU

[X]
×