kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Ekonomi India: Kejutan Pertumbuhan 7,8% di Tengah Konflik Timur Tengah


Jumat, 05 Juni 2026 / 18:29 WIB
Ekonomi India: Kejutan Pertumbuhan 7,8% di Tengah Konflik Timur Tengah
ILUSTRASI. Produk domestik bruto India tumbuh 7,8% di periode Januari-Maret 2026 (REUTERS/Francis Mascarenhas)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Di luar dugaan, India sukses mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di periode Januari-Maret 2026. National Statistics Office India mengumumkan, Jumat (5/6/2026), produk domestik bruto (PDB) negara ini tumbuh 7,8% di periode Januari-Maret 2026.

Peningkatan produksi pertanian dan aktivitas konstruksi yang lebih cepat membantu negara ini mengimbangi melemahnya permintaan eksternal yang berasal dari konflik Timur Tengah. Angka tersebut jauh di atas konsensus proyeksi ekonom, yakni 7,2%.

Namun, dibandingkan periode Oktober-Desember 2025, angka Januari-Maret menunjukkan perlambatan marginal. Pemerintah merevisi pertumbuhan untuk periode Oktober-Desember 2025 menjadi 8,0%, dari data awal yang diumumkan, sebesar 7,8%.

Baca Juga: China Akan Memperketat Pengawasan Dana Investasi Swasta

Nilai tambah bruto atawa gross value added (GVA), ukuran lebih akurat yang mendasari aktivitas ekonomi, tercatat tumbuh 7,9% selama kuartal Januari-Maret. GVA menghilangkan komponen yang fluktuatif dari akun nasional, seperti pajak tidak langsung dan subsidi pemerintah.

Reuters melaporkan, National Statistics Office India memperkirakan pertumbuhan PDB setahun penuh, yang berakhir pada bulan Maret, sebesar 7,7%. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan yang dibuat di Februari, yakni sekitar 7,6%.

Kepala Penasihat Ekonomi India V. Anantha Nageswaran memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada tahun fiskal saat ini sebesar 7%-7,4%. Tapi proyeksi ini dirilis sebelum konflik Timur Tengah dimulai.

Baca Juga: FIFA Umumkan Daftar Barang Terlarang di Piala Dunia 2026, Terompet Vuvuzela Termasuk

India menjadi salah satu negara dengan perekonomian yang paling terpukul oleh perang Iran yang telah berlangsung selama empat bulan. India adalah importir dan konsumen minyak mentah terbesar ketiga di dunia, dan sangat bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.

Menurut proyeksi bank sentral India, perang Timur Tengah akan menurunkan pertumbuhan ekonomi India menjadi 6,6% pada tahun fiskal ini. Bank sentral India mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah dan memberi sinyal kemungkinan pergeseran kebijakan moneter yang lebih ketat akibat tekanan inflasi dan pelemahan rupee.

Inflasi domestik India diperkirakan akan meningkat dan neraca fiskal serta neraca transaksi berjalan diperkirakan akan melebar. Musim hujan yang mengecewakan, dengan curah hujan terendah dalam 11 tahun, juga dapat merugikan pertumbuhan ke depan.

Baca Juga: SpaceX Gagal Masuk Cepat Indeks S&P 500 Meski Cetak IPO Terbesar Dunia

Produksi manufaktur India masih meningkat 7,3% secara tahunan pada Januari-Maret. Tapi realisasi ini lebih kecil dibandingkan dengan revisi pertumbuhan sebesar 12,8% pada kuartal sebelumnya.

Sementara aktivitas konstruksi berada di angka 8,4%, naik dari revisi pertumbuhan sebesar 6,7% pada kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan produksi pertanian, sektor yang mempekerjakan lebih dari 40% dari angkatan kerja, tercatat sebesar 3,6% pada kuartal keempat tahun 2025/26, dibandingkan dengan revisi 1,7% pada kuartal sebelumnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×