kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

SpaceX Gagal Masuk Cepat Indeks S&P 500 Meski Cetak IPO Terbesar Dunia


Jumat, 05 Juni 2026 / 17:42 WIB
SpaceX Gagal Masuk Cepat Indeks S&P 500 Meski Cetak IPO Terbesar Dunia
ILUSTRASI. S&P Global menolak melonggarkan aturan. Valuasi US$1,75 triliun SpaceX belum cukup. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. S&P Global memutuskan untuk tidak mengubah persyaratan masuk ke indeks-indeks utamanya. Keputusan ini menjadi hambatan bagi perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, yang sebelumnya berharap dapat memperoleh akses lebih cepat ke indeks acuan S&P 500 setelah melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO).

Keputusan tersebut secara efektif menutup peluang SpaceX untuk segera masuk ke dalam indeks S&P 500, meskipun perusahaan tersebut tengah menyiapkan IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dunia.

Elon Musk memang telah mengubah banyak praktik konvensional dalam proses IPO SpaceX. Selain berencana memberikan porsi alokasi yang lebih besar kepada investor ritel, Musk juga mendorong agar perusahaan dapat lebih cepat masuk ke indeks utama pasar saham. Di sisi lain, struktur tata kelola perusahaan juga dirancang untuk mempertahankan kendali kuat para pendiri.

Dalam IPO ini, SpaceX berupaya menghimpun dana sebesar US$ 75 miliar dengan target valuasi mencapai US$ 1,75 triliun. Jika terealisasi, valuasi tersebut akan menempatkan SpaceX di antara 10 perusahaan paling bernilai yang tercatat di bursa saham Amerika Serikat, meskipun hanya sebagian kecil sahamnya yang akan tersedia untuk diperdagangkan di pasar.

Namun, S&P Global menegaskan bahwa ukuran perusahaan semata tidak cukup untuk memperoleh perlakuan khusus.

Baca Juga: China Akan Memperketat Pengawasan Dana Investasi Swasta

S&P menyatakan, "Pengecualian terhadap persyaratan kelayakan finansial, masa pencatatan, dan IWF (investable weight factor) tidak boleh diberikan hanya berdasarkan kapitalisasi pasar."

Salah satu syarat utama yang tetap dipertahankan adalah ketentuan profitabilitas. Untuk dapat masuk ke indeks S&P 500, sebuah perusahaan harus membukukan laba sesuai standar akuntansi Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) pada kuartal terakhir sekaligus secara kumulatif selama empat kuartal terakhir.

Sementara itu, SpaceX masih mencatatkan kinerja yang belum memenuhi syarat tersebut. Pada tahun 2025, perusahaan membukukan rugi bersih sebesar US$ 4,94 miliar, meskipun pendapatannya meningkat 33% menjadi US$ 18,67 miliar.

Investor Tolak Pelonggaran Aturan

Sebelumnya, S&P telah melakukan konsultasi dengan para investor terkait sejumlah opsi pelonggaran aturan. Beberapa usulan yang dipertimbangkan antara lain memperpendek masa tunggu perusahaan publik sebelum dapat masuk indeks, menghapus persyaratan minimum saham beredar di publik (float), hingga menghilangkan syarat profitabilitas.

Namun pada akhirnya, S&P memilih mempertahankan aturan yang ada.

Keputusan ini penting karena indeks S&P 500 merupakan acuan pasar saham yang paling banyak diikuti di Wall Street. Jika aturan diubah dan SpaceX langsung masuk ke indeks tersebut, berbagai dana indeks pasif yang mengelola aset triliunan dolar AS akan diwajibkan membeli saham SpaceX.

Kepala Strategi Pasar B. Riley Wealth, Art Hogan, menilai langkah S&P menunjukkan komitmen kuat terhadap integritas indeks.

Ia mengatakan, "Hal ini menunjukkan kredibilitas tinggi dari S&P Dow Jones Indices yang tetap berpegang pada aturan dan memastikan adanya profitabilitas sebelum sebuah perusahaan dapat masuk ke indeks."

Menurut Hogan, memberikan pengecualian hanya karena suatu perusahaan memiliki ukuran sangat besar dan telah lama berstatus privat meskipun belum menghasilkan laba bukanlah langkah yang tepat.

Baca Juga: Diduga Membocorkan Informasi Rahasia, Otoritas Australia Periksa Mitra KPMG

Nasdaq Lebih Ramah untuk Perusahaan Teknologi Raksasa

Berbeda dengan S&P, Nasdaq sebelumnya telah melakukan perubahan aturan yang mempermudah perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar yang baru melantai di bursa, termasuk SpaceX, Anthropic, dan perusahaan teknologi lainnya, untuk masuk ke indeks Nasdaq 100.

Ketika SpaceX nantinya masuk ke Nasdaq 100, berbagai dana indeks yang mengikuti indeks tersebut akan diwajibkan membeli sebagian besar saham publik yang tersedia.

Persaingan antara operator bursa dan penyedia indeks semakin ketat di tengah upaya menarik lebih banyak perusahaan teknologi bernilai tinggi untuk melakukan IPO. SpaceX, Anthropic, hingga OpenAI disebut semakin dekat menuju pasar saham publik.

Fenomena ini terjadi di tengah kekhawatiran mengenai terus menurunnya jumlah perusahaan yang tercatat di bursa saham Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Masih Ada Jalan Masuk ke Indeks Lain

Meski gagal mendapatkan jalur cepat menuju S&P 500, SpaceX tetap memiliki peluang masuk ke sejumlah indeks lainnya.

S&P Global mengumumkan akan mengubah aturan masuk untuk indeks yang cakupannya lebih luas, yaitu S&P Total Market Index dan Dow Jones U.S. Total Stock Market Index. Perubahan tersebut membuka jalan bagi SpaceX untuk bergabung ke indeks-indeks tersebut, meskipun tingkat pengaruh dan perhatian investor terhadap indeks tersebut tidak sebesar S&P 500.

Selain itu, SpaceX juga telah memenuhi syarat untuk masuk ke Russell U.S. Equity Indexes dan FTSE Global Equity Index Series setelah penyedia indeks FTSE Russell memperkenalkan aturan fast-entry atau masuk cepat yang baru.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×