Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas kesehatan Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki wabah bakteri Salmonella yang dikaitkan dengan cabai jalapeno asal Meksiko.
Wabah ini telah menyebabkan 345 orang jatuh sakit di 27 negara bagian dan mendorong pemasok Coast Citrus Distributors menarik kembali produk yang telah didistribusikan ke sejumlah restoran, termasuk jaringan restoran Chipotle Mexican Grill dan QDOBA.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyatakan bahwa hingga saat ini terdapat 36 kasus yang memerlukan perawatan di rumah sakit dan tidak ada laporan kematian. Penyelidikan masih terus berlangsung.
FDA mengungkapkan bahwa kasus infeksi mulai muncul pada periode 19 Juni hingga 20 Juli. Infeksi Salmonella dapat menyebabkan diare, demam, dan kram perut. Penyakit ini berpotensi menjadi lebih serius pada anak-anak, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Kasus ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan di industri restoran setelah wabah cyclosporiasis di AS baru-baru ini memicu penyelidikan oleh otoritas kesehatan dan kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap rantai pasok produk pertanian segar.
Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Melemah 0,9%, Terseret Koreksi Saham Teknologi
Sebelumnya, FDA dan CDC mengaitkan wabah cyclosporiasis tersebut dengan selada yang disajikan di restoran Taco Bell milik Yum Brands. Otoritas kemudian mengidentifikasi operasi Taylor Farms di Meksiko bagian tengah sebagai sumber selada tersebut. Pada Rabu (5/8/2026), kedua lembaga memperluas penyelidikan wabah cyclosporiasis ke 15 negara bagian di AS.
Chipotle sendiri pernah menghadapi beberapa wabah penyakit akibat makanan pada tahun-tahun sebelumnya yang sempat menekan penjualan perusahaan. Insiden tersebut mendorong jaringan restoran tersebut menerapkan prosedur keamanan pangan yang lebih ketat.
Wabah Dikaitkan dengan Jalapeno dari Sinaloa
Otoritas kesehatan menghubungkan wabah terbaru ini dengan cabai jalapeno yang dipasok oleh satu petani di wilayah Sinaloa, Meksiko, kemudian didistribusikan di AS oleh Coast Citrus Distributors.
Menurut FDA, perusahaan tersebut telah menyetujui penarikan sisa produk dari peredaran dan sedang memberi pemberitahuan kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
Penyelidikan di AS menemukan bahwa restoran, termasuk Chipotle dan jaringan restoran bergaya Meksiko QDOBA, menerima pasokan jalapeno impor dari Coast Citrus Distributors.
FDA menyebut Chipotle telah mengganti pemasok cabai jalapeno untuk seluruh restorannya sejak 20 Juli. Sementara itu, QDOBA menghentikan penggunaan jalapeno pada 28 Juli dan kini tidak lagi menyajikan bahan tersebut kepada pelanggan.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Investor Berhati-hati Terhadap Kemajuan Pembicaraan Iran-Oman
Saat dihubungi Reuters, Coast Citrus belum memberikan tanggapan terkait kasus tersebut.
Saham Chipotle sempat merosot lebih dari 8% pada Selasa setelah perusahaan mengumumkan telah menarik cabai jalapeno dari restoran di Minnesota dan sejumlah lokasi lain yang menerima pasokan produk tersebut.
Dalam pernyataannya, FDA mengatakan, "FDA tidak menilai bahwa saat ini masih terdapat risiko yang sedang berlangsung bagi konsumen dari restoran-restoran tersebut dalam wabah ini."
FDA juga menyatakan bahwa Coast Citrus tampaknya tidak memasok cabai jalapeno secara langsung ke toko bahan makanan atau supermarket. Meski demikian, lembaga tersebut mengimbau konsumen maupun pelaku usaha untuk tidak mengonsumsi, menjual, ataupun menyajikan cabai jalapeno asal Sinaloa yang telah ditarik dari peredaran.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
