UNICEF Memberikan Pasokan Nutirisi untuk 160.000 Ibu Hamil di Korea Utara

Jumat, 11 Februari 2022 | 15:19 WIB Sumber: Yonhap,Yonhap
UNICEF Memberikan Pasokan Nutirisi untuk 160.000 Ibu Hamil di Korea Utara

ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.


KONTAN.CO.ID - SEOUL. UNICEF menyatakan telah menyediakan pasokan nutrisi untuk 160.000 ibu hamil di Korea Utara, Yonhap melaporkan pada hari Jumat (11/2).

Bantuan untuk ibu hamil ini merupakan yang pertama kalinya dari UNICEF setelah Korea Utara membuka kembali rute lautnya pada Oktober lalu. Pembatasan ketat terkait Covid-19 membuat Korea Utara sulit menerima bantuan kemanusiaan.

Melalui pernyataan resminya, UNICEF menjelaskan bahwa bantuan sempat tertahan selama beberapa bulan di pelabuhan Nampo untuk menjalani masa karantina.

"Setelah beberapa bulan dikarantina di pelabuhan Nampo, gelombang pertama pasokan nutrisi dilepaskan. Termasuk perawatan mikronutrien yang cukup untuk mendukung 160.000 wanita hamil dan menyusui," kata UNICEF, melalui Laporan Situasi Kemanusiaan di Asia Timur dan Pasifik.

Baca Juga: Istri Kim Jong Un Kembali Muncul di Publik Setelah Menghilang Selama Lima Bulan

Korea Utara saat ini telah secara bertahap membuka jalur laut dan daratnya untuk mendatangkan material penting dari luar negeri, terutama semua hal untuk membantu meringankan krisis ekonomi hingga bencana kelaparan.

Korea Utara yang tertutup menjadi semakin tertutup sejak pandemi Covid-19 melanda dunia. Sampai saat ini Korea Utara belum melaporkan adanya kasus Covid-19 yang terdeteksi, sesuatu yang diragukan komunitas internasional.

Ditutupnya perbatasan membuat Korea Utara sulit menerima bantuan, termasuk dari teman dekatnya, China. Program Pangan Dunia (WFP) pada Januari melaporkan bahwa pihaknya belum mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Korea Utara sejak bulan Maret 2021.

Baca Juga: WFP: Tidak Ada Bantuan Kemanusiaan ke Korea Utara Sejak Maret 2021

Dilansir dari Yonhap, WFP terakhir kali mengirimkan bantuan ke negara tertutup itu pada periode Januari hingga Maret 2021. Bantuan yang dikirimkan terdiri dari 891,5 ton makanan fortifikasi dan 4.970 ton makanan mentah.

Dalam laporannya bulan Desember lalu, WFP menyatakan bahwa bantuan terakhirnya itu akan mampu membantu hingga 566.886 orang di Korea Utara.

Akhir Desember lalu, PBB juga kembali mengecualikan Korea Utara dalam rencana bantuan kemanusiaan tahunannya untuk tahun 2022. Hal ini sepertinya masih terkait dengan keputusan Korea Utara yang menutup perbatasannya selama pandemi Covid-19.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru