kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.984   25,00   0,14%
  • IDX 5.789   -112,98   -1,91%
  • KOMPAS100 763   -19,90   -2,54%
  • LQ45 579   -10,88   -1,85%
  • ISSI 198   -3,27   -1,62%
  • IDX30 330   -5,23   -1,56%
  • IDXHIDIV20 410   -3,71   -0,90%
  • IDX80 87   -1,84   -2,09%
  • IDXV30 109   -1,61   -1,45%
  • IDXQ30 107   -0,80   -0,74%

Unilever Buka Peluang Divestasi Bisnis Makanan, McCormick Jadi Kandidat Pembeli


Jumat, 20 Maret 2026 / 14:33 WIB
Unilever Buka Peluang Divestasi Bisnis Makanan, McCormick Jadi Kandidat Pembeli
ILUSTRASI. Sebotol Marmite, merek Unilever (REUTERS/Phil Noble)


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - Unilever mengatakan pada hari Jumat (20/3/2026) bahwa mereka sedang dalam pembicaraan dengan McCormick & Company yang berbasis di AS tentang penjualan bisnis makanan, yang mencakup merek-merek seperti mayones Hellmann's dan sup serta bumbu Knorr.

Unilever mengatakan telah menerima tawaran masuk untuk bisnis tersebut. Tidak ada kepastian bahwa kesepakatan akan tercapai, kata perusahaan-perusahaan tersebut dalam pernyataan terpisah.

Baca Juga: Perang Timur Tengah Makin Membara! AS Malah Sukses Jualan Senjata Rp 260 Triliun

Kesepakatan yang mungkin terjadi akan menyatukan merek-merek populer Unilever seperti Coleman dan Marmite, serta saus pedas ikonik Cholula dari McCormick yang berbasis di Maryland, di bawah satu atap.

Pembicaraan ini terjadi beberapa bulan setelah konglomerat tersebut memisahkan merek es krimnya, Magnum Ice Cream Company, karena mengalihkan fokus ke kategori perawatan pribadi dan kecantikan yang menghasilkan keuntungan lebih tinggi.

Bisnis makanan Unilever menyumbang sekitar seperempat dari total penjualannya pada tahun 2025, yaitu lebih dari 12,9 miliar euro (14,91 miliar dolar AS), sementara bisnis perawatan pribadi dan kecantikan menyumbang lebih dari setengahnya.

Baca Juga: PM Takaici Temui Presiden Trump, Jepang Borong Minyak dari AS: Amankan Energi


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×