kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   5,00   0,03%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

Unilever melihat pandemi corona mengubah kebiasaan konsumen, apa itu?


Jumat, 24 April 2020 / 08:56 WIB
Unilever melihat pandemi corona mengubah kebiasaan konsumen, apa itu?
ILUSTRASI. Logo Unilever. REUTERS/Piroschka van de Wouw/File Photo


Sumber: Arab News | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - HAGUE. Raksasa konsumen Anglo-Belanda, Unilever, melaporkan adanya sedikit kenaikan dalam penjualan di kuartal pertama. Perusahaan konsumen itu juga mengatakan bahwa virus corona telah menyebabkan penjualan produk higiene meroket, sementara penjualan es krim terpuruk dalam.

Mengutip Arab News, perusahaan yang memproduksi es krim Magnum ini, mencatatkan penjualan naik 0,2% menjadi US$ 13,3 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun Unilever memangkas prospeknya untuk tahun ini, dan harga sahamnya turun tajam di Amsterdam.

Baca Juga: Banyak diincar masyarakat, Unilever: Distribusi es krim Vienetta sedikit terkendala

"Penyakit COVID-19 memiliki dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya pada orang dan ekonomi di seluruh dunia," jelas kepala eksekutif Unilever Alan Jope. Dia menambahkan, ada perubahan atas pola permintaan dari konsumen.

Mengutip Arab News, krisis global menyebabkan peningkatan dalam penjualan produk-produk higienis dan makanan di rumah, dikombinasikan dengan beberapa stok rumah tangga, dan penghentian konsumsi di luar rumah, yang sangat memengaruhi layanan makanan dan bisnis es krim kami,” katanya.

Unilever, yang berbasis di London dan Rotterdam, mengatakan bahwa penjualan produk-produk pembersih kulit terus meningkat, karena otoritas kesehatan menekankan pentingnya mencuci tangan. Permintaan pembersih rumah seperti pemutih Cif dan Domestos juga kuat, seperti halnya untuk apa yang disebut perusahaan sebagai "produk makanan rumahan" seperti mayones Hellman.

Baca Juga: Ini dampak virus corona ke Kino Indonesia (KINO) dan Unilever Indonesia (UNVR)

Tetapi karena adanya pembatasan perjalanan dan penguncian, hal itu mengerem kegiatan rekreasi dan pariwisata. Unilever juga melihat anjloknya penjualan di tempat lain, terutama produk Magnum.

"Di Eropa, Turki dan Amerika Latin, penjualan sangat dipengaruhi oleh tindakan penguncian dan keengganan distributor untuk berkomitmen membeli stok es krim dengan musim liburan dan pariwisata yang tidak pasti," kata Unilever.

Kendati demikian, Unilever mempertahankan pembayaran dividen kuartalannya di € 0,41 per saham, tetapi menarik prospeknya untuk sisa tahun ini.

“Tingkat keparahan dan durasi pandemi yang tidak diketahui, serta langkah-langkah penahanan yang diadopsi di masing-masing negara, menandakan bahwa kita tidak dapat dengan andal menilai dampak di seluruh pasar dan bisnis kita,” kata Jope.



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×