kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.748   14,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Unjuk gigi, China gelar latihan militer di Selat Bohai dan Laut Kuning


Rabu, 10 Februari 2021 / 16:59 WIB
ILUSTRASI. Kapal induk Shandong milik Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Terakhir kali AS melakukan operasi kapal induk ganda di Laut China Selatan pada Juli 2020, ketika kelompok penyerang kapal induk USS Ronald Reagan dan USS Nimitz dua kali beroperasi bersama di perairan itu.

Merespons latihan dua kapal induk AS itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan, China akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.

"Juga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan bersama dengan negara-negara lain di kawasan," ungkap dia, Selasa (9/2), seperti dikutip Global Times.

Hanya, tak lama setelah latihan dua kapal induk AS pada Juli 2020, PLA meluncurkan beberapa rudal balistik anti-kapal dari darat ke Laut China Selatan dalam latihan militer.

Saat itu, China menembakkan rudal balistik antikapal DF-26 berjulukan pembunuh kapal induk.

Selanjutnya: Rusia, China, dan Iran akan gelar latihan angkatan laut bersama di Samudra Hindia




TERBARU

[X]
×