kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.869   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.448   -1,45   -0,02%
  • KOMPAS100 831   0,62   0,07%
  • LQ45 632   1,42   0,22%
  • ISSI 227   -0,34   -0,15%
  • IDX30 353   0,93   0,26%
  • IDXHIDIV20 430   1,32   0,31%
  • IDX80 95   0,09   0,09%
  • IDXV30 120   0,44   0,37%
  • IDXQ30 112   0,33   0,29%

Upah Australia Naik 0,8% di Kuartal II 2026, Pertumbuhan Swasta Melambat


Rabu, 19 Agustus 2026 / 09:08 WIB
Upah Australia Naik 0,8% di Kuartal II 2026, Pertumbuhan Swasta Melambat
ILUSTRASI. Ekonomi Australia - Sydney (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pertumbuhan upah di Australia tetap moderat pada kuartal II 2026, sementara kenaikan upah sektor swasta melambat ke level terendah dalam empat tahun.

Melansir Reuters Rabu (19/8/2026), berdasarkan data Australian Bureau of Statistics (ABS), indeks harga upah Australia naik 0,8% secara kuartalan pada periode April-Juni 2026.

Pertumbuhan tersebut sama dengan empat kuartal sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi analis.

Baca Juga: Saham Robot Humanoid China Unitree Melejit 629% Saat Debut di Bursa

Secara tahunan, pertumbuhan upah bertahan di level 3,2%, turun jauh dari puncak pascapandemi sebesar 4,3% yang tercatat pada akhir 2023.

Perlambatan terutama terjadi di sektor swasta. Pertumbuhan upah tahunan sektor swasta turun menjadi 3,1%, level terendah sejak pertengahan 2022.

Sementara itu, pertumbuhan upah sektor publik relatif stabil di level 3,4%.

Data tersebut menunjukkan tekanan upah di Australia mulai mereda setelah sebelumnya meningkat tajam akibat pemulihan ekonomi dan ketatnya pasar tenaga kerja pascapandemi.

Dari sisi sektor, kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan upah berasal dari pekerjaan di bidang administrasi publik dan keselamatan, layanan kesehatan, serta bantuan sosial.

Perlambatan pertumbuhan upah menjadi perhatian bagi kebijakan moneter Australia karena perkembangan upah berpengaruh terhadap tekanan inflasi sekaligus daya beli rumah tangga.

Baca Juga: Bursa Australia Tertekan Rabu (19/8), Saham Bank dan Emas Jadi Beban

Dengan pertumbuhan upah yang semakin moderat, tekanan biaya tenaga kerja terhadap dunia usaha berpotensi mereda.

Namun, perlambatan tersebut juga dapat membatasi pertumbuhan konsumsi masyarakat jika pertumbuhan pendapatan tidak mampu mengimbangi kenaikan biaya hidup.




TERBARU

[X]
×