kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Usai Gagal Merger dengan Honda, Nissan Bakal Cari Partner Baru


Jumat, 07 Februari 2025 / 04:00 WIB
Usai Gagal Merger dengan Honda, Nissan Bakal Cari Partner Baru
ILUSTRASI. Honda Motor Co., Ltd. (Honda) mengumumkan menjalin kerjasama / kemitraan strategis dengan Nissan Motor Co., Ltd. (Nissan) dan Mitsubishi Motors Corporation (Mitsubishi Motors) pada tanggal 2 Agustus 2024 di Tokyo, Jepang.


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Rencana penggabungan alias merger Nissan dan Honda berpotensi batal terwujud. Kemarin (6/2), CEO Nissan Makoto Uchida bertemu dengan CEO Honda Toshihiro Mibe untuk mengatakan keinginannya mengakhiri pembicaraan merger. 

Sumber Bloomberg menambahkan, Nissan saat ini tengah mencari mitra baru. Sumber bilang, mitra yang ideal bagi Nissan adalah perusahaan sektor teknologi yang berkantor di Amerika Serikat (AS).Mitra yang dipilih perlu berasal dari bidang teknologi karena peralihan ke arah kendaraan listrik dan otomatis.  

Sumber Reuters menyebut, kegagalan merger keduanya terjadi setelah Honda mengusulkan Nissan menjadi anak perusahaan. Sejatinya, kedua produsen mobil asal Jepang ini pada Desember 2024 sudah meneken nota kesepahaman untuk membahas integrasi menciptakan produsen mobil terbesar ketiga di dunia. 

Namun, pembicaraan menjadi rumit karena perbedaan pendapat yang semakin besar. "Sebuah konsensus dicapai di pihak Nissan bahwa pembicaraan tidak dapat dilanjutkan berdasarkan proposal tersebut," papar sumber. 

Baca Juga: Merek-Merek Motor Listrik Baru Ramaikan Pasar Indonesia

Nissan akan menarik diri dari MOU tersebut pada rapat dewan yang akan diadakan sebelum pengumuman pendapatan kuartal ketiga perusahaan minggu depan.

Sementara, sikap Honda masih tidak menerima integrasi kecuali Nissan setuju menjadi anak perusahaan. Di Jepang, Honda menjadi produsen mobil terbesar kedua dan Nissan nomor tiga. 

Cari mitra baru

Honda juga menjadikan restrukturisasi operasi Nissan menjadi syarat transaksi. Seperti Nissan harus memangkas produksi, memangkas pekerjaan. Nissan telah mengumumkan rencana untuk memangkas 9.000 pekerja dan 20% kapasitas secara global. 

Namun di saat yang sama Nissan mengaku tidak akan menutup pabrik. Ini membuat Honda kesal karena tidak ada perubahan besar. 

Pembatalan kesepakatan dengan Honda menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Nissan menyusun rencana pemulihan atas krisis keuangan yang dialami, tanpa bantuan eksternal. Laba bersih Nissan pada semester I tahun lalu masih anjlok 94%.

Baca Juga: Ragam Mobil Pilihan Bakal Menghiasi Gelaran Otomotif IIMS 2025

Situasi keuangan tersebut kemungkinan membuat Nissan kesulitan mencari pelamar. Nissan dan Honda, saat dikonfirmasi Bloomberg pada Rabu (5/2), masih mencari opsi termasuk mengakhiri pembicaraan merger.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×