kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Varian baru merajalela, WHO perbarui panduan strategi tes COVID-19


Senin, 28 Juni 2021 / 20:50 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis mengumpulkan sampel swab dari orang yang menjalani tes COVID-19 di Cyberjaya, Malaysia, 2 Juni 2021. REUTERS/Lim Huey Teng.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

WHO menyebutkan, tes amplifikasi asam nukleat (NAAT) adalah standar referensi untuk diagnosis infeksi SARS-CoV-2 akut.

Negara bisa menggunakan deteksi antigen berkualitas tinggi atau tes diagnostik cepat (Ag-RDT), yang mudah dilakukan dan menawarkan hasil yang cepat. Ini untuk mencapai cakupan pengujian yang tinggi.

Idealnya, menguji semua individu bergejala yang memenuhi definisi kasus suspect COVID-19 sesegera mungkin.

Pengujian individu tanpa gejala dengan NAAT atau Ag-RDT saat ini direkomendasikan hanya untuk kelompok tertentu, termasuk kontak dari kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi atau kemungkinan dan kelompok yang sering terpapar seperti petugas medis.

Selanjutnya: Waspada! Ahli ini sebut varian Delta bisa menular hanya dengan berpapasan 5-10 detik




TERBARU

[X]
×