Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Vatikan kembali mengangkat seorang uskup baru di China melalui mekanisme kesepakatan dengan pemerintah Beijing.
Penunjukan ini menjadi yang kedua dalam sepekan terakhir dan memperlihatkan berlanjutnya kerja sama hati-hati antara kedua pihak dalam mengatur penunjukan pemimpin Gereja Katolik di Negeri Tirai Bambu.
Vatikan pada Rabu (29/7/2026) mengumumkan penahbisan Francis Xavier Duan Yongkun sebagai uskup koajutor Bameng, wilayah otonomi Mongolia Dalam, China. Kandidat Duan sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Paus Leo pada bulan lalu.
Penunjukan Duan dilakukan hanya sepekan setelah Vatikan mengumumkan penahbisan Joseph Chang Yanfeng sebagai uskup Chifeng, yang juga berada di wilayah Mongolia Dalam.
Baca Juga: Dokumen Bersejarah Vatikan: Paus Leo XIV Sebut AI Bisa Picu Perang Tanpa Akhir
Kedua pengangkatan tersebut dilakukan melalui mekanisme yang diatur dalam kesepakatan sementara antara Vatikan dan Beijing.
"Kesepakatan ini menjadi mekanisme terbaik yang tersedia untuk menjaga dialog dengan Beijing sekaligus membantu menyatukan komunitas Katolik China yang selama ini terbagi," kata Vatikan dalam menjelaskan alasan mempertahankan perjanjian tersebut.
Kesepakatan Vatikan-China pertama kali ditandatangani pada 2018 dan telah beberapa kali diperpanjang.
Perjanjian itu memberikan hak akhir kepada Paus untuk menyetujui pengangkatan uskup, sementara pemerintah China tetap memiliki peran dalam mengusulkan kandidat.
Hubungan antara Vatikan dan Beijing selama ini menjadi isu sensitif karena pemerintah China memiliki kendali ketat terhadap aktivitas keagamaan sejak Partai Komunis berkuasa pada 1949.
Baca Juga: Paus Leo Tunjuk Uskup Agung Gabriele Caccia sebagai Duta Besar Vatikan untuk AS
Sebagian kelompok Katolik konservatif mengkritik kesepakatan tersebut karena menilai Beijing mendapat pengaruh terlalu besar dalam urusan Gereja.
Namun, Vatikan mempertahankan perjanjian itu sebagai jalan untuk memperbaiki hubungan diplomatik dengan China dan mengurangi perpecahan antara komunitas Katolik resmi yang diakui pemerintah dengan kelompok Katolik bawah tanah yang tetap loyal kepada Roma.
Kesepakatan tersebut kembali diperpanjang pada Oktober 2024 untuk periode empat tahun. Isi lengkap perjanjian tidak pernah dipublikasikan, tetapi pejabat diplomatik Vatikan menyebutnya sebagai kerangka kerja untuk mengatur proses pemilihan uskup.
Duan Yongkun lahir di Mongolia Dalam pada 1980 dan ditahbiskan sebagai imam pada 2011. Ia menempuh pendidikan di China daratan dan Taiwan, sebelum menjabat sebagai wakil utama uskup di Keuskupan Bameng.














