kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Vietnam Sambut Status Emerging Market dari FTSE Russell, Diharap Tarik Dana Asing


Rabu, 08 April 2026 / 08:47 WIB
Vietnam Sambut Status Emerging Market dari FTSE Russell, Diharap Tarik Dana Asing
ILUSTRASI. VIETNAM-MARKETS/STOCKS (REUTERS/Athit Perawongmetha)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Otoritas pasar modal Vietnam menyatakan bahwa konfirmasi status emerging market dari FTSE Russell menjadi tonggak penting bagi pasar keuangan negara tersebut, dengan harapan dapat menarik lebih banyak investasi asing.

FTSE Russell mengumumkan akan meningkatkan status Vietnam dari frontier market menjadi emerging market mulai September, dengan memasukkan saham-saham Vietnam ke dalam indeks global secara bertahap.

Baca Juga: Jurnalis AS yang Diculik di Irak Dibebaskan, Washington Pastikan Evakuasi Aman

“Hal ini akan membantu menarik aliran investasi internasional berskala besar, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat posisi Vietnam dalam sistem keuangan global,” kata State Securities Commission of Vietnam dalam pernyataannya dilansir dari Reuters Rabu (8/4/2026).

Meski demikian, investor asing tercatat masih melakukan aksi jual saham Vietnam sepanjang tahun ini.

Data resmi menunjukkan arus keluar bersih dari Ho Chi Minh Stock Exchange mencapai sekitar US$1,21 miliar, setelah sebelumnya mencatat outflow sebesar US$5 miliar pada 2025.

Analis Maybank Securities memperkirakan aktivitas perdagangan dan partisipasi investor asing akan meningkat menjelang masuknya Vietnam ke dalam indeks global.

Namun, mereka juga mengingatkan potensi volatilitas jangka pendek saat periode penyesuaian portofolio (rebalancing).

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan Rudal, Redam Harapan Diplomasi dengan Korea Selatan

“Dalam jangka panjang, kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan valuasi pasar dan menciptakan kinerja indeks yang lebih stabil,” tulis Maybank dalam risetnya.

Indeks saham utama Vietnam saat ini turun sekitar 6% sepanjang tahun berjalan, tertekan sentimen global akibat konflik di Timur Tengah.

Namun pada 2025, indeks tersebut sempat melonjak sekitar 41%, menjadi kenaikan tertinggi dalam delapan tahun, seiring pertumbuhan ekonomi Vietnam yang mencapai 8%.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×