Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - DEARBORN. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengangkat jari tengahnya dan tampak melontarkan kata-kata kasar ke arah seorang pekerja pabrik yang menyampaikan kritik terhadap penanganannya atas kontroversi Jeffrey Epstein, saat kunjungan ke sebuah pabrik otomotif di Michigan pada Selasa (14/1/2026).
Hal itu terlihat dalam video yang beredar luas di media sosial.
Situs hiburan TMZ pertama kali mempublikasikan video yang merekam insiden tersebut. Gedung Putih tidak membantah keaslian rekaman itu.
“Seorang yang tidak waras berteriak-teriak dengan kata-kata makian dalam luapan kemarahan, dan Presiden memberikan respons yang tepat dan tegas,” ujar juru bicara Gedung Putih, Steven Cheung, kepada Reuters melalui email.
Dalam video tersebut, Trump terlihat tengah melakukan tur ke fasilitas perakitan Ford F-150 di Dearborn. Saat ia berdiri di jalur pejalan kaki yang ditinggikan, seorang pekerja di lantai pabrik berteriak dengan ucapan yang terdengar seperti “pelindung pedofil.”
Baca Juga: Iran Ancam Serang Basis AS, Trump Tarik Sebagian Personel Militer di Timur Tengah
Trump kemudian menoleh ke arah orang tersebut, tampak merespons dengan kata kasar, lalu membuat gestur mengangkat jari tengah sebelum melanjutkan langkahnya.
Meski demikian, sejumlah karyawan Ford lainnya terlihat menyambut Trump dengan sorak-sorai selama tur berlangsung. Presiden juga tampak berfoto bersama para pekerja dan berjabat tangan di sepanjang jalur perakitan.
Pasca-insiden tersebut, pekerja yang berteriak kepada presiden itu diskors, demikian disampaikan United Auto Workers (UAW), serikat pekerja yang mewakili karyawan di pabrik otomotif tersebut, kepada Reuters.
Ketua Eksekutif Ford, Bill Ford, yang berbicara kepada media dalam sebuah acara terpisah, menyebut insiden itu sebagai hal yang disayangkan dan mengaku merasa malu.
“Itu hanya enam detik dari tur yang berlangsung satu jam. Dan secara keseluruhan, tur tersebut berjalan sangat baik,” ujarnya.
“Saya pikir beliau sangat menikmatinya, dan kami juga.” terangnya.
Trump diketahui sesekali menggunakan bahasa kasar di ruang publik, terutama sebagai respons terhadap kritik atau konfrontasi, atau untuk menekankan pandangannya.
Presiden AS itu juga terus menghadapi sorotan terkait penanganannya atas arsip federal sensitif yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual yang meninggal akibat bunuh diri di penjara pada 2019.
Baca Juga: Nasib Greenland: Trump Desak AS Ambil Alih, Denmark dan NATO Melawan
Sejumlah pendukung setia Trump meyakini pemerintah masih menahan dokumen yang dapat mengungkap hubungan mendiang Epstein dengan tokoh-tokoh publik berpengaruh.
Trump berulang kali membantah memiliki pengetahuan terkait dugaan pelecehan dan perdagangan seks anak perempuan yang dilakukan Epstein, serta tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran.
Kunjungan Trump ke fasilitas Ford di Michigan merupakan bagian dari upaya menonjolkan dukungan pemerintahannya terhadap manufaktur dalam negeri Amerika Serikat, yang menjadi tema utama menjelang tahun pemilu 2026.
Michigan dipandang sebagai negara bagian dengan kepentingan politik strategis, sementara isu lapangan kerja domestik dan industri nasional terus menjadi pilar utama pesan ekonomi Trump.













