kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.665.000   13.000   0,49%
  • USD/IDR 16.882   -7,00   -0,04%
  • IDX 9.033   84,28   0,94%
  • KOMPAS100 1.248   7,65   0,62%
  • LQ45 882   3,22   0,37%
  • ISSI 330   3,28   1,00%
  • IDX30 449   0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 529   -1,74   -0,33%
  • IDX80 139   0,91   0,66%
  • IDXV30 147   0,11   0,08%
  • IDXQ30 144   0,01   0,00%

Nasib Greenland: Trump Desak AS Ambil Alih, Denmark dan NATO Melawan


Rabu, 14 Januari 2026 / 21:15 WIB
Nasib Greenland: Trump Desak AS Ambil Alih, Denmark dan NATO Melawan
ILUSTRASI. USA-TRUMP/GREENLAND (REUTERS/Marko Djurica). Trump mendesak Washington mengakuisisi Greenland, menyebutnya vital bagi keamanan AS. Pertemuan di Gedung Putih jadi ujian diplomasi terpenting.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NUUK. Denmark dan Greenland bersiap menghadapi pertemuan berisiko tinggi dengan Amerika Serikat di Gedung Putih. 

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt dijadwalkan bertemu Wakil Presiden AS JD Vance pada Rabu (14/1/2026), di tengah kembali menguatnya desakan Presiden Donald Trump agar Washington mengambil alih Greenland. 

Trump menegaskan Greenland, wilayah otonom Denmark yang kaya mineral dan strategis secara militer, sangat penting bagi keamanan nasional Amerika Serikat. 

Ia bahkan menyatakan semua opsi terbuka untuk menguasai pulau tersebut, dengan alasan mencegah pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik.

Baca Juga: Trump: NATO Akan Lebih Tangguh Jika Greenland Dikendalikan Amerika Serikat

“Greenland sangat vital bagi sistem pertahanan ‘Golden Dome’ yang sedang kami bangun,” tulis Trump di media sosial, merujuk pada rencana sistem pertahanan rudal AS.

Trump juga menilai NATO akan jauh lebih kuat jika Greenland berada di bawah kendali Amerika Serikat.  “Selain itu tidak bisa diterima,” tulisnya.

Dalam unggahan lain, ia mendesak NATO menekan Denmark agar mengusir Rusia dan China dari kawasan tersebut, seraya menyatakan hanya AS yang mampu melakukannya.

Sikap keras itu langsung ditolak Denmark dan Greenland. Keduanya menegaskan Greenland tidak untuk dijual, dan ancaman penggunaan kekuatan dinilai sembrono. Sejumlah negara Uni Eropa juga menyatakan dukungan penuh kepada Denmark.

Dalam pertemuan yang juga akan dihadiri Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, delegasi Denmark dan Greenland disebut akan berfokus meredakan ketegangan dan mencari jalan diplomatik untuk merespons tuntutan Washington.

Baca Juga: Di Balik Ancaman Trump, Ini Harta Karun Mineral Greenland yang Diperebutkan Dunia

“Tujuannya adalah mencari bentuk kompromi, atau setidaknya meredam retorika Donald Trump,” kata Andreas Osthagen, Direktur Riset Politik Arktik dan Kelautan di Fridtjof Nansen Institute, Norwegia.

Kekhawatiran juga muncul soal potensi perlakuan tidak menyenangkan dalam pertemuan tersebut. Analis politik Denmark Noa Redington mengingatkan risiko “momen Zelenskiy”, merujuk pada insiden memalukan yang dialami Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy saat bertemu Trump dan Vance di Gedung Putih pada Februari 2025.

“Ini adalah pertemuan terpenting dalam sejarah modern Greenland,” ujar Redington.

Awalnya, Denmark dan Greenland hanya mengupayakan pertemuan tingkat menteri luar negeri dengan Rubio. Namun Rasmussen mengungkapkan Vance ingin terlibat langsung dan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. 




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×