kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Virus corona belum usai, kini Singapura menghadapi wabah demam berdarah


Jumat, 28 Agustus 2020 / 09:40 WIB
ILUSTRASI. Patung Merlion di Singapura. Kasus demam berdarah di Singapura terus meningkat dan melewati rekor sebelumnya. REUTERS/Edgar Su


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

Ketika nyamuk Wolbachia jantan kawin dengan betina yang tidak membawa bakteri tersebut, tidak ada telur yang dihasilkan yang akan menetas.

Strategi tersebut telah berhasil di Australia tetapi beberapa ahli mengatakan bahwa strategi itu mungkin terbatas di daerah perkotaan yang padat seperti Singapura.

Baca Juga: Peringatan AS ke China: Kami tidak akan serahkan wilayah Indo-Pasifik satu inci pun!

“Anda harus membanjiri pulau dengan nyamuk-nyamuk ini, dan orang-orang akan kesal,” kata Paul Tambyah, konsultan senior di Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura.

“Mereka tidak akan menangkap nyamuk itu dan memeriksa dan melihat apakah itu jantan atau betina. Mereka akan menyingkirkannya, dan hal semacam itu merusak tujuannya," katanya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×