kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Virus corona menyebar cepat, kepanikan pembelian masker melanda banyak negara


Jumat, 31 Januari 2020 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Pelanggan antre untuk membeli masker untuk mencegah terjangkit virus corona baru di Hong Kong, China, 28 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Pihak berwenang di Singapura mengumumkan rencana untuk memberikan empat masker untuk setiap rumah tangga karena stok yang mengering di seluruh negeri Merlion.

Di beberapa negara Asia, memakai masker adalah hal biasa ketika orang sakit atau untuk melawan polusi perkotaan.

Dalam situsnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) tidak menyatakan, memakai masker sebagai tindakan pencegahan terhadap virus.

Baca Juga: Kemenlu janji evakuasi WNI dari Hubei, China dalam waktu kurang dari 24 jam

Sementara pihak berwenang Australia dan Taiwan menyatakan, orang sehat tidak membutuhkan masker. Tapi, Australia telah mengeluarkan 1 juta masker dari persediaan medis nasional.

Saat ini, masker juga banyak orang pakai di ibu kota Taiwan, Taipei. Karena itu, Pemerintah Taiwan memberlakukan batas pembelian dan larangan ekspor masker.

Taiwan Railway Administration mengatakan, jika virus corona baru terus menyebar, mereka tak mengizinkan penumpang yang tidak mengenakan masker untuk naik kereta.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×