kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Wabah corona berdampak pada ekonomi Jepang


Selasa, 28 Januari 2020 / 18:15 WIB
Wabah corona berdampak pada ekonomi Jepang
ILUSTRASI. Masyarakat di Shanghai memakai masker untuk menghindari terpapar virus corona. REUTERS/Aly Song

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Wabah corona di China dikhawatirkan menggoncang perekonomian global. Kekhawatiran tersebut juga dirasakan oleh negara Jepang. Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura memperingatkan wabah tersebut akan berdampak pada penurunan keuntungan perusahaan serta produk pabrik di Jepang.

"Ada kekhawatiran mengenai dampak terhadap ekonomi global dari penyebaran infeksi di China, gangguan transportasi, pembatalan tur secara berkelompok dari China ketika masa perpanjangan liburan hari raya imlek,” kata Nishimura, dilansir dari Reuters, Selasa (28/1).

Baca Juga: WHO: Soal virus corona, negara lain tak perlu evakuasi warganya dari China

"Jika situasi membutuhkan waktu lebih lama untuk mereda, kami khawatir hal itu dapat merusak ekspor, output, dan keuntungan perusahaan Jepang melalui dampak pada konsumsi dan produksi China," lanjutnya.

China adalah tujuan ekspor terbesar kedua Jepang. Selain produsen mobil, pengecer juga menjadi sangat tergantung pada negara ini di tengah pertumbuhan ekonomi Jepang yang lambat dan kondisi demografi yang menyusut.

Wabah ini dapat menghantam bisnis department store, pengecer dan hotel di Jepang, yang mengandalkan peningkatan penjualan dari kunjungan wisatawan Tiongkok selama musim liburan imlek.

Baca Juga: Gawat, China kekurangan pasokan alat medis untuk menanggulangi virus corona

Misalnya saja, perusahaan Honda Motor memiliki tiga pabrik di Wuhan, ibukota provinsi Hubei dan pusat penyebaran, sehingga Jepang berencana untuk mengevakuasi beberapa karyawan. Selain itu, Fast Retailing yang mengoperasikan rantai pasok pakaian Uniqlo, untuk saat ini memilih menutup sementara sekitar 100 toko di sekitar Hubei.

Meski demikian, perusahaan ritel Aeon tetap menjaga lima supermarket di Wuhan agar beroperasi sebagaimana permintaan pemerintah setempat meskipun beberapa toko mal lain tutup.




TERBARU

Close [X]
×