kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Wabah Covid-19 Meluas, Beijing Pecat Pejabat Kesehatan dan Wakil Wali Kota Mundur


Rabu, 25 Mei 2022 / 22:55 WIB
Wabah Covid-19 Meluas, Beijing Pecat Pejabat Kesehatan dan Wakil Wali Kota Mundur


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Beijing memecat pejabat tinggi kesehatannya, ketika ibu kota China itu memerangi lonjakan kasus Covid-19 meskipun ada kebijakan tanpa toleransi yang ketat di negara itu.

Kota berpenduduk 22 juta ini telah melaporkan ratusan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, dalam wabah yang disulut varian Omicron, yang terbesar sejak awal pandemi.

Jutaan orang telah diperintahkan untuk bekerja dari rumah, dengan sebagian besar layanan bus dan kereta bawah tanah ditangguhkan. Sementara ribuan orang dipindahkan ke hotel karantina, setelah beberapa kasus terdeteksi di kompleks perumahan mereka.

Yu Luming, Kepala Komisi Kesehatan Beijing, dicopot dari posisinya, Xinhua melaporkan pada Rabu (25/5), seperti dilansir Channel News Asia.

Baca Juga: Makin Keras, Beijing Hukum Perusahaan yang Langgar Aturan Pencegahan Wabah Covid-19

Yu diduga melakukan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum, dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan disipliner dan penyelidikan pengawasan," sebut Xinhua, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

China telah bertahan dengan kebijakan nol-Covid, memberlakukan penguncian dan pembatasan pergerakan ketat di beberapa kota, bahkan ketika sebagian besar dunia telah beralih ke skema hidup berdampingan dengan virus corona.

Di Beijing, banyak taman, restoran, sekolah, dan toko tetap tutup.

Beijing News milik Partai Komunis melaporkan pada Rabu, Wakil Wali Kota Beijing Wang Hong mengajukan pengunduran dirinya. Tapi, laporan singkat Beijing News tidak menyebutkan alasannya.

Pejabat lokal yang tidak mampu menahan wabah Covid-19 di China secara teratur dipecat atau dihukum sejak pandemi bergulir. Ini termasuk beberapa pejabat Shanghai, setelah wabah yang membuat kota terhenti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×