kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Waduh, ekonomi China diramal akan melambat signifikan


Sabtu, 21 Januari 2012 / 13:30 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 4,5%-5,5%


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Perekonomian China diprediksi akan melambat di 2012. Hal itu diungkapkan oleh Nouriel Roubini, ekonom yang meramal mengenai krisis finansial pada tahun 2008. Menurut Roubini, perlambatan ekonomi China akan mendorong pemerintah setempat untuk memangkas suku bunga acuan dan melonggarkan persyaratan pengucuran kredit.

"Akan terjadi perlambatan pertumbuhan yang sangat signifikan pada pertumbuhan China tahun ini. Penjualan rumah tersendat. Pertumbuhan ekspor juga melambat. Jika mereka tidak melakukan sesuatu, seperti stimulus moneter dan kredit fiskal, maka risikonya adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi di bawah level 8%," urai Roubini, yang juga merupakan co-founder Roubini Global Economics LLC.

Dia juga menguraikan, China akan memangkas persyaratan Giro Wajib Minimum perbankan pada paruh pertama tahun ini dan menurunkan suku bunga acuan untuk pertama kali sejak 2008. Tujuannya tak lain untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi negaranya. "Pertumbuhan di bawah 8% akan menyebabkan guncangan politik di Negeri Panda. Apalagi China saat ini tengah menuju transisi kepemimpinan," tambah Roubini.

Sekadar informasi, pada tahun lalu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto China mencapai 9,2%. Ini merupakan pertumbuhan terlambat sejak 2002 lalu seiring pasar properti yang sepi dan krisis utang Eropa yang memukul permintaan ekspor China.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×