kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,36   -7,11   -0.75%
  • EMAS923.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.83%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Waduh, jumlah pasien kritis Covid-19 di Korea Selatan melonjak


Rabu, 02 September 2020 / 11:07 WIB
Waduh, jumlah pasien kritis Covid-19 di Korea Selatan melonjak
ILUSTRASI. Penyebaran virus corona di Korea Selatan

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Jumlah kasus virus corona baru tambahan di Korea Selatan tetap di bawah 300 untuk hari keempat berturut-turut. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan 267 kasus positif, termasuk 253 infeksi lokal pada Rabu (2/9). 

Ini juga menandai 20 hari berturut-turut kenaikan tiga digit kasus positif. Korea Selatan telah melaporkan tiga digit kasus Covid-19 baru sejak 14 Agustus, yang dipimpin oleh infeksi kluster dari sebuah gereja konservatif di ibu kota.

"Untuk saat ini, belum ada lonjakan lebih lanjut dalam jumlah pasien baru seperti yang diantisipasi minggu lalu," kata Wakil Menteri Kesehatan Kim Ganglip dalam sebuah penjelasan. "Tapi kami tidak bisa tenang, karena infeksi kluster terus berlanjut, dan jumlahnya tidak menunjukkan tren penurunan yang jelas."

Baca Juga: Harga produk pertanian melesat, inflasi Korea Selatan capai 0,6% di bulan Agustus

Terlepas dari perlambatan dalam kasus baru setiap hari, keberhasilan Korea Selatan mengendalikan lonjakan kasus virus terbaru masih belum jelas.

Ini terjadi karena rasio pasien baru dengan rute penularan tak dikenal mencapai rekor tertinggi sebesar 24,3% selama dua minggu terakhir. Hal tersebut menunjukkan kemungkinan ada lebih banyak infeksi yang tidak diketahui di komunitas lokal.

Selain itu, jumlah pasien dalam kondisi serius atau kritis mencapai 124, melonjak 20 dari hari sebelumnya. Jumlah yang lebih tinggi dari pasien yang kritis menyiratkan kematian Covid-19 di Korea Selatan juga dapat meningkat di masa mendatang. 

Dan di saat bersamaan, negara itu mungkin kehabisan tempat tidur di rumah sakit dalam waktu dekat. "Kami berencana untuk merelokasi pasien yang kondisinya telah membaik ke bangsal umum, untuk mengoperasikan tempat tidur rumah sakit bagi mereka yang berada dalam kondisi kritis dengan lebih efisien," tambah Kim.

Korea Selatan mengalokasikan sekitar 100 miliar won setara US$ 84,2 juta ke rumah sakit lokal untuk mengamankan 500 tempat tidur lagi bagi pasien kritis pada paruh pertama tahun depan. Kamar tersebut akan ditambahkan ke 511 tempat tidur yang ada.

Otoritas kesehatan mengatakan minggu ini akan menjadi titik kritis karena negara tersebut dapat mengamati efek dari skema jarak sosial Level 2 yang diterapkan di Seoul pada 16 Agustus dan secara nasional pada 23 Agustus.

Baca Juga: BTS nomor satu Billboard Hot 100, Presiden Moon Jae In bangga dan ucapkan selamat

Dari kasus yang ditularkan secara lokal, Seoul menambahkan 98 kasus, sedangkan provinsi Gyeonggi di sekitarnya dan kota pelabuhan barat Incheon masing-masing melaporkan 79 dan 10 kasus.

Kota besar lainnya melaporkan infeksi tambahan, dengan kota Gwangju di barat daya menambahkan 10 kasus dan pusat kota Daejeon melaporkan 14 kasus baru.

Sebanyak 1.083 kasus telah dilacak ke Gereja Sarang Jeil di utara Seoul, sarang lonjakan infeksi baru baru-baru ini, menurut data terbaru yang dirilis pada hari Senin.

Kelompok lain yang terdiri dari 419 pasien telah dilaporkan dari demonstrasi anti-pemerintah 15 Agustus di pusat kota Seoul, dengan kasus-kasus yang teridentifikasi tidak hanya di daerah ibu kota tetapi juga di berbagai provinsi di seluruh negeri.

Sebuah gereja di Distrik Yeongdeungpo, Seoul barat, sejauh ini telah melaporkan 34 kasus juga, kata KCDC.




TERBARU

[X]
×