kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.081   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Waduh, perang mata uang ancam ekonomi global


Jumat, 08 Oktober 2010 / 09:00 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi Cryptocurrency


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

WASHINGTON. Kepala Badan Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn mengingatkan, perang mata uang global akan menimbulkan ancaman nyata pada pemulihan ekonomi dunia.

Dalam sesi wawancara dengan BBC, Kahn bilang, sengketa mata uang menunjukkan negara-negara dunia tidak bekerjasama dengan baik selama terjadinya krisis finansial.

Seperti yang diketahui, dalam beberapa minggu terakhir, AS dan Eopa mengkritik terhadap China terkait pelemahan yuan. Sementara, pemerintah Jepang ditekan untuk memangkas penguatan yen.

Secara terpisah, Menteri Keuangan India Pranab Mukherjee mengingatkan bahwa ketidakseimbangan dalam perekonomian global menjadi tidak berkelanjutan. Dia menghimbau agar negara-negara maju untuk menghentikan konfrontasi sehingga perang mata uang dapat dihindari.

Mata uang sebagai senjata

Kahn melihat, ada sejumlah pertanda kalau beberapa negara berupaya menggunakan mata uangnya sebagai senjata. "Kerelaan sejumlah negara untuk bekerja sama di titik klimaks krisis finansial tidak sekuat dulu," katanya.

Bahkan, yang terlihat saat ini adalah perang antar mata uang. "Fakta bahwa sejumlah negara berupaya mencari solusi bagi pasar domestiknya masing-masing menjadi ancaman besar pemulihan ekonomi," tandasnya.




TERBARU

[X]
×