kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Waduh, perang mata uang ancam ekonomi global


Jumat, 08 Oktober 2010 / 09:00 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi Cryptocurrency


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

WASHINGTON. Kepala Badan Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn mengingatkan, perang mata uang global akan menimbulkan ancaman nyata pada pemulihan ekonomi dunia.

Dalam sesi wawancara dengan BBC, Kahn bilang, sengketa mata uang menunjukkan negara-negara dunia tidak bekerjasama dengan baik selama terjadinya krisis finansial.

Seperti yang diketahui, dalam beberapa minggu terakhir, AS dan Eopa mengkritik terhadap China terkait pelemahan yuan. Sementara, pemerintah Jepang ditekan untuk memangkas penguatan yen.

Secara terpisah, Menteri Keuangan India Pranab Mukherjee mengingatkan bahwa ketidakseimbangan dalam perekonomian global menjadi tidak berkelanjutan. Dia menghimbau agar negara-negara maju untuk menghentikan konfrontasi sehingga perang mata uang dapat dihindari.

Mata uang sebagai senjata

Kahn melihat, ada sejumlah pertanda kalau beberapa negara berupaya menggunakan mata uangnya sebagai senjata. "Kerelaan sejumlah negara untuk bekerja sama di titik klimaks krisis finansial tidak sekuat dulu," katanya.

Bahkan, yang terlihat saat ini adalah perang antar mata uang. "Fakta bahwa sejumlah negara berupaya mencari solusi bagi pasar domestiknya masing-masing menjadi ancaman besar pemulihan ekonomi," tandasnya.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×