kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.819   -50,00   -0,28%
  • IDX 6.156   -16,83   -0,27%
  • KOMPAS100 814   -4,36   -0,53%
  • LQ45 614   -3,22   -0,52%
  • ISSI 211   -0,53   -0,25%
  • IDX30 348   -1,39   -0,40%
  • IDXHIDIV20 424   -2,68   -0,63%
  • IDX80 92   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 114   -0,23   -0,20%
  • IDXQ30 110   -1,02   -0,91%

Wah, makin banyak warga Amerika yang mendukung Donald Trump untuk dimakzulkan


Selasa, 01 Oktober 2019 / 22:45 WIB


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang ingin Presiden Donald Trump dimakzulkan terus meningkat. Menurut jejak pendapat Reuters, selama sepekan terakhir warga yang percaya Trump perlu dimakzulkan meningkat hingga 8%.

Hal ini bergulir setelah orang nomor satu AS ini ketahuan menekan Ukraina agar mau menyelidiki pesaing politik terberatnya, Joe Biden.

Baca Juga: Korea Utara dan AS sepakat gelar pembicaraan pada 5 Oktober nanti

Dilansir dari Reuters, Selasa (1/10), jejak pendapat yang dilakukan sejak 26-30 September 2010 ini menunjukkan bahwa sebanyak 45% orang dewasa percaya Trump harus dimakzulkan dibandingkan jejak pendapat sebelumnya masih di posisi 37%. Sedangkan 41% masih ingin mempertahankan Trump dan sebanyak 15% mengaku tidak tahu-menahu.

Sementara dari partai Demokrat, 74% responden menegaskan Trump harus dimakzulkan atau naik 8 poin selama seminggu terakhir, sedangkan 13% dari Partai Republik juga mendukung pemakzulan, naik 3 poin. Namun hal ini tidak mengubah suara golongan independen di angka 37%.

Temuan beberapa jejak pendapat baru-baru ini mencerminkan dukungan politik meningkat, khususnya terkait penyelidikan Trump pasca menekan Ukraina. Publik Amerika semakin terfokus alasan kenapa Trump menelepon Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy Juli lalu secara diam-diam.

Dewan Perwakilan Rakyat AS menginisiasi penyelidikan pemakzulan terhadap Trump pekan lalu setelah Trump ketahuan memanfaatkan bantuan AS senilai US$ 400 juta ke Ukraina untuk melobi Zelenskiy agar mau terlibat pada penyelidikan Joe Biden, yang merupakan mantan wakil presiden AS sekaligus calon presiden terkuat dari Partai Demokrat.

Baca Juga: China menampilkan rudal baru yang menakutkan untuk melawan AS

Sebanyak 2.200 orang dewasa AS yang mengikuti polling, menunjukkan bahwa 34% mengetahui info skandal Trump dengan Ukraina minggu ini, atau sekitar dua kali jumlah orang yang telah memperhatikan dengan seksama dibandingkan minggu lalu. Sedangkan 30% lainnya mengatakan mereka telah mengetahui beberapa detil terkait skandal tersebut.




TERBARU

[X]
×