kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Warren Buffett: Bisnis surat kabar akan menghilang


Minggu, 11 Agustus 2019 / 11:45 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Iklan adalah berita bagi orang-orang


"Itu ‘survival of the fattest'," jelasnya. "Kertas (koran) yang  menang, karena memiliki iklan terbanyak di dalamnya. Dan iklan adalah berita bagi orang-orang. "

"Mereka ingin tahu supermarket mana yang menawarkan Coke atau Pepsi akhir pekan ini dan seterusnya. Memang, itu membuat orang-orang di ruang redaksi marah karena berbicara seperti itu,  namun iklan adalah konten editorial yang paling penting dari sudut pandang pembaca," katanya.

Dan iklan melampaui apa yang brand konsumer besar jual di toko.

Baca Juga: Warren Buffet: Waktu adalah sahabat perusahaan hebat

"Jika Anda sedang mencari pekerjaan, Anda punya satu tempat untuk mencarinya, dan itu adalah bagian iklan," lanjutnya. "Jika Anda mencari apartemen untuk disewa, ada  berpuluh halaman menyediakan.  Itu menghilang. "

Banyak bisnis  berita terganggu oleh kemajuan teknologi seperti internet, demikian juga bisnis iklan. Bisnis ini pernah berkembang, tapi akhirnya menurun.  

"Dunia sangat berubah, setahap demi setahap," kata Buffett. "itu berubah mulai dari monopoli  ke waralaba, bersaing...."

Buffett mengidentifikasi  bahwa The New York Times, The Washington Post, dan The Wall Street Journal sebagai surat kabar yang kemungkinan besar akan terus hidup. Untuk yang lain Buffett kurang optimistis.

"Mereka akan menghilang," katanya.♦

Baca Juga: Nasihat terbaik Warren Buffet untuk investor saham ritel


Sumber: Yahoo Finance




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×