kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.490   114,00   0,70%
  • IDX 7.771   -180,81   -2,27%
  • KOMPAS100 1.082   -24,22   -2,19%
  • LQ45 794   -17,88   -2,20%
  • ISSI 263   -5,59   -2,08%
  • IDX30 412   -9,22   -2,19%
  • IDXHIDIV20 479   -9,02   -1,85%
  • IDX80 119   -3,01   -2,46%
  • IDXV30 129   -3,65   -2,76%
  • IDXQ30 133   -2,74   -2,01%

Waspada, Perekonomian Thailand Hampir Mengalami Krisis


Rabu, 21 Agustus 2024 / 10:32 WIB
Waspada, Perekonomian Thailand Hampir Mengalami Krisis
ILUSTRASI. Perekonomian Thailand hampir mengalami krisis karena penurunan ekspor dan manufaktur yang tidak kompetitif. REUTERS/Jorge Silva


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Perekonomian Thailand hampir mengalami krisis karena penurunan ekspor dan manufaktur yang tidak kompetitif.

Mengutip Reuters, Rabu (21/8), Pejabat pelaksana Menteri Keuangan Thailand Pichai Chunhavajira dalam sebuah seminar bisnis mengatakan, ekspor menyumbang 70% perekonomian tetapi sektor manufaktur tidak dapat memenuhi permintaan pasar.

“Kita tidak bisa bersaing. Kita tidak bisa beradaptasi pada waktunya,” ujarnya.

Baca Juga: Raja Thailand dukung Paetongtarn Shinawatra sebagai Perdana Menteri

Pada kuaartal II-2024, ekonomi Thaiand tumbuh 2,3%, meningkat dari pertumbuhan 1,6% pada kuartal sebelumnya.

Namun pertumbuhan secara kuartalan melambat menjadi 0,8% pada kuartal kedua dari ekspansi 1,2% pada kuartal I-2024.

Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Thailand sebesar 2,7% pada tahun 2024, setelah pertumbuhan tahun lalu sebesar 1,9%, tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan.

Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga utamanya pada level tertinggi dalam lebih dari satu dekade sebesar 2,50% untuk pertemuan kelima berturut-turut pada hari Rabu.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×