kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Waspada! Sebaran varian baru virus corona yang lebih menular semakin meluas


Kamis, 18 Maret 2021 / 15:31 WIB
ILUSTRASI. Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan dosis vaksin Comirnaty Pfizer-BioNTech di Balai Kota Distrik 17 Paris sebagai bagian dari kampanye vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19), di Paris, Prancis, Selasa (16/3/2021). REUTERS/Benoit Tessier


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Waspada! Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, sebaran varian baru virus corona yang lebih menular semakin meluas.

Hingga akhir pekan lalu, mengacu Pembaruan Epidemiologis Mingguan Covid-19 dari WHO yang terbit Rabu (17/3), ada tujuh negara lagi yang melaporkan kasus varian virus corona Inggris.

Sehingga, total menjadi 118 negara termasuk Indonesia yang melaporkan kasus mutasi virus corona B.1.1.7 tersebut. 

Kemudian, enam negara lagi yang melaporkan kasus varian virus corona Afrika Selatan. Tambahan ini mengantarkan total negara yang melaporkan mutasi virus corona B.1.351 ini menjadi 64 negara.

Baca Juga: Di tengah vaksinasi, kasus baru virus corona global kembali dalam tren mendaki

Begitu juga dengan varian virus corona Brasil/Jepang, enam negara lagi yang melaporkan kasusnya. Dengan begitu, total ada 38 negara yang melaporkan mutasi virus corona B.1.1.28.1 alias P.1.

WHO, bekerja sama dengan otoritas nasional, institusi, dan peneliti, terus memantau kejadian kesehatan publik yang terkait dengan varian baru SARS-CoV-2," kata WHO.

Selain itu, WHO terus melakukan advokasi untuk memperkuat kapasitas pengawasan dan pengurutan, serta pendekatan sistematis untuk memberikan indikasi sejauh mana penularan varian baru virus corona.

"Berdasarkan situasi lokal dan kapasitas epidemiologis, serta deteksi kejadian yang tidak biasa," sebut WHO dalam Pembaruan Epidemiologis Mingguan Covid-19.

Baca Juga: PBB: Covid-19 mungkin akan jadi penyakit musiman




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×