kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Waspada! Sebaran varian baru virus corona yang lebih menular semakin meluas


Kamis, 18 Maret 2021 / 15:31 WIB
ILUSTRASI. Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan dosis vaksin Comirnaty Pfizer-BioNTech di Balai Kota Distrik 17 Paris sebagai bagian dari kampanye vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19), di Paris, Prancis, Selasa (16/3/2021). REUTERS/Benoit Tessier


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Waspada! Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, sebaran varian baru virus corona yang lebih menular semakin meluas.

Hingga akhir pekan lalu, mengacu Pembaruan Epidemiologis Mingguan Covid-19 dari WHO yang terbit Rabu (17/3), ada tujuh negara lagi yang melaporkan kasus varian virus corona Inggris.

Sehingga, total menjadi 118 negara termasuk Indonesia yang melaporkan kasus mutasi virus corona B.1.1.7 tersebut. 

Kemudian, enam negara lagi yang melaporkan kasus varian virus corona Afrika Selatan. Tambahan ini mengantarkan total negara yang melaporkan mutasi virus corona B.1.351 ini menjadi 64 negara.

Baca Juga: Di tengah vaksinasi, kasus baru virus corona global kembali dalam tren mendaki

Begitu juga dengan varian virus corona Brasil/Jepang, enam negara lagi yang melaporkan kasusnya. Dengan begitu, total ada 38 negara yang melaporkan mutasi virus corona B.1.1.28.1 alias P.1.

WHO, bekerja sama dengan otoritas nasional, institusi, dan peneliti, terus memantau kejadian kesehatan publik yang terkait dengan varian baru SARS-CoV-2," kata WHO.

Selain itu, WHO terus melakukan advokasi untuk memperkuat kapasitas pengawasan dan pengurutan, serta pendekatan sistematis untuk memberikan indikasi sejauh mana penularan varian baru virus corona.

"Berdasarkan situasi lokal dan kapasitas epidemiologis, serta deteksi kejadian yang tidak biasa," sebut WHO dalam Pembaruan Epidemiologis Mingguan Covid-19.

Baca Juga: PBB: Covid-19 mungkin akan jadi penyakit musiman




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×