kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Waspada! Sebaran varian baru virus corona yang lebih menular semakin meluas


Kamis, 18 Maret 2021 / 15:31 WIB
ILUSTRASI. Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan dosis vaksin Comirnaty Pfizer-BioNTech di Balai Kota Distrik 17 Paris sebagai bagian dari kampanye vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19), di Paris, Prancis, Selasa (16/3/2021). REUTERS/Benoit Tessier


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

WHO menjelaskan, semua virus, termasuk SARS-CoV-2, berubah seiring waktu yang mengakibatkan kemunculan varian baru, sebagian besar tidak berdampak kesehatan masyarakat lainnya. 

WHO, bekerja sama dengan otoritas nasional, lembaga dan peneliti, secara rutin menilai jika varian SARS-CoV-2 mengakibatkan perubahan dalam penularan,
presentasi klinis dan keparahan, atau jika berdampak pada kesehatan masyarakat dan tindakan sosial (PHSM). 

Tapi, WHO sudah menetapkan sistem untuk mendeteksi "sinyal" varian potensial yang mengkhawatirkan serta peristiwa tidak biasa
yang berpotensi terkait dengan varian baru virus corona.

Berikut negara-negara yang melaporkan seluruh kasus mutasi virus corona, baik B.1.1.7, B.1.351, maupun B.1.1.28.1:

  • Belgia
  • Denmark
  • Finlandia
  • Prancis
  • Kanada
  • India
  • Belanda
  • Filipina
  • Korea Selatan
  • Reunion
  • Rumania
  • Inggris
  • Amerika Serikat

Selanjutnya: Ada kasus vaksin AstraZeneca, WHO imbau negara-negara untuk tidak hentikan vaksinasi




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×