kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

WhatsApp punya kebijakan baru, Signal dan Telegram jadi idola


Rabu, 13 Januari 2021 / 09:38 WIB
ILUSTRASI. Aplikasi pengiriman pesan Signal dan Telegram mengalami peningkatan permintaan secara tiba-tiba, setelah WhatsApp rilis kebijakan baru. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: The Straits Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Perubahan pada persyaratan dan layanan WhatsApp berlaku mulai 8 Februari.

Mengutip Reuters, beberapa aktivis privasi mempertanyakan langkah WhatsApp di Twitter, dan menyarankan pengguna untuk beralih ke aplikasi seperti Signal dan Telegram.

Popularitas Signal melonjak lebih jauh Kamis lalu setelah didukung oleh orang terkaya di dunia, yakni pengusaha teknologi Elon Musk.

Baca Juga: Aturan baru WhatsApp, Kominfo ingatkan ada UU perlindungan data di Indonesia

Menurut perusahaan analisis data Sensor Tower, lebih dari 100.000 pengguna menginstal Signal di seluruh toko aplikasi Apple dan Google dalam dua hari setelah pengumuman tersebut. Sementara, Telegram memperoleh hampir 2,2 juta unduhan.

Di sisi lain, penginstalan baru WhatsApp turun 11% dalam tujuh hari pertama tahun 2021 dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Akan tetapi itu masih berjumlah sekitar 10,5 juta unduhan secara global, kata Sensor Tower.

Selanjutnya: Kominfo meminta WhatsApp patuhi undang-undang perlindungan data di Indonesia




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×