kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Rekor Pendakian Everest: 274 Pendaki Capai Puncak dalam Sehari


Kamis, 21 Mei 2026 / 18:09 WIB
Rekor Pendakian Everest: 274 Pendaki Capai Puncak dalam Sehari
ILUSTRASI. Gunung Everest mencatat rekor baru dengan 274 pendaki mencapai puncak dalam satu hari. Angka ini lampaui catatan sebelumnya.(DOK/thrillspire.com )


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.Co.ID - KATHMANDU – Sebanyak 274 pendaki berhasil mencapai puncak Mount Everest pada Rabu (20/5/2026), mencatat rekor jumlah pendaki terbanyak dalam satu hari dari sisi Nepal. Data ini disampaikan oleh otoritas ekspedisi setempat dan menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pendakian gunung tertinggi di dunia tersebut.

Gunung Everest yang memiliki ketinggian 8.849 meter di atas permukaan laut terletak di perbatasan Nepal dan wilayah Tibet, China, serta dapat didaki dari kedua sisi. Namun, pada musim pendakian tahun ini, tidak ada aktivitas dari sisi Tibet karena otoritas China tidak menerbitkan izin pendakian.

Sekretaris Jenderal Expedition Operators Association of Nepal, Rishi Bhandari, menyebutkan bahwa rekor sebelumnya dari sisi Nepal tercatat sebanyak 223 pendaki pada 22 Mei 2019. Sementara itu, rekor dunia untuk jumlah pendaki terbanyak dari kedua sisi tercatat pada 23 Mei 2019 dengan total 354 pendaki, menurut Guinness World Records.

“Ini adalah jumlah tertinggi pendaki dalam satu hari sejauh ini,” ujar Bhandari, seraya menambahkan bahwa angka tersebut masih berpotensi bertambah karena sebagian pendaki belum melaporkan keberhasilan mereka ke base camp.

Baca Juga: IPO SpaceX Hampir US$2 Triliun, Taruhan Besar Visi Elon Musk

Dari sisi pemerintah Nepal, Departemen Pariwisata menyebutkan bahwa data sementara menunjukkan lebih dari 250 pendaki telah mencapai puncak pada hari yang sama. Namun, verifikasi resmi masih dilakukan dengan menunggu bukti foto dan laporan dari para pendaki sebelum sertifikat pendakian diterbitkan.

“Baru setelah verifikasi kami bisa memastikan jumlah pastinya,” kata seorang pejabat Department of Tourism Nepal.

Tahun ini, Nepal telah menerbitkan 494 izin pendakian Everest dengan biaya sekitar 15.000 dolar AS per izin. Kebijakan ini terus menjadi sorotan karena meningkatnya jumlah pendaki di jalur pendakian.

Para pakar pendakian menilai tingginya jumlah pendaki dapat meningkatkan risiko kemacetan di jalur sempit, terutama di area berbahaya yang dikenal sebagai “death zone”, yaitu zona di bawah puncak dengan kadar oksigen sangat rendah yang tidak mendukung kelangsungan hidup manusia dalam waktu lama.

Kondisi ini kerap memicu antrean panjang yang berpotensi membahayakan keselamatan pendaki. Namun, sebagian operator ekspedisi menilai bahwa risiko tersebut dapat dikelola dengan perencanaan logistik yang baik, termasuk ketersediaan oksigen yang memadai.

Baca Juga: Bank Global Ini Pangkas 7.000 Pekerja, AI Jadi Mesin Efisiensi Baru

Lukas Furtenbach dari perusahaan ekspedisi Austria, Furtenbach Adventures, mengatakan bahwa jumlah pendaki besar tidak selalu menjadi masalah jika operasi pendakian dikelola dengan baik.

“Jika tim membawa cukup oksigen, itu bukan masalah besar. Kami berada di belakang kerumunan besar sehingga tidak terdampak,” ujarnya dari base camp. Ia juga membandingkan kepadatan di Everest dengan gunung di Alpen, yang menurutnya bisa menampung ribuan orang per hari.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×