kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

WHO: Kita dalam pertarungan melawan virus corona yang bisa kita menangkan


Rabu, 26 Februari 2020 / 23:24 WIB
WHO: Kita dalam pertarungan melawan virus corona yang bisa kita menangkan
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, menghadiri konferensi pers mengenai virus corona baru, Covid-19 di Jenewa, Swiss, 24 Februari 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dunia bisa memenangkan pertempuran melawan wabah virus corona baru.

"Kita berada dalam pertarungan yang bisa kita menangkan jika kita melakukan hal yang benar," tegas Tedros di hadapan para diplomat di Jenewa, Rabu (26/2), seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Saat ini, pemerintah di seluruh dunia sedang berjuang untuk mencegah penyebaran virus corona baru setelah lonjakan kasus infeksi di Italia, Iran, dan Korea Selatan beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Thailand keluarkan travel advice ke 9 negara dengan wabah corona, ini daftarnya

"Peningkatan tiba-tiba kasus di negara-negara itu sangat memprihatinkan. Tapi, virus tersebut masih bisa dikendalikan dan tidak menjadi pandemi," kata Tedros.

"Kita seharusnya tidak terlalu bersemangat untuk menyatakan pandemi tanpa analisis fakta yang cermat dan berpikiran jernih," ujar Tedros. "Deklarasi semacam itu memberi sinyal bahwa kita tidak bisa lagi membendung virus".

Tetapi, Tedros menegaskan, WHO tidak akan ragu untuk menyatakan pandemi jika itu adalah deskripsi akurat dari situasi tersebut. "Saya tidak meremehkan keseriusan situasi atau potensi ini menjadi pandemi, karena ada potensi itu," katanya.

Baca Juga: China ke Rusia: Akhiri tindakan diskriminatif ke warga China karena virus corona

"Semua negara, apakah mereka mempunyai kasus atau tidak, harus bersiap menghadapi potensi pandemi," ungkap Tedros.

Apalagi, Tedros mengatakan, untuk pertama kalinya, jumlah kasus baru yang dilaporkan di luar China pada Selasa (25/2) melebihi angka yang Beijing sampaikan.

WHO mencatat, jumlah kasus baru Covid-19 di China pada Selasa hanya 411. Sementara jumlah kasus anyar Covid-19 di luar negeri tembok raksasa mencapai 427.

Baca Juga: Gawat! Kasus baru virus corona kini lebih banyak di luar China

Tedros menambahkan, infeksi yang terkait dengan Iran telah terkonfirmasi di Bahrain, Irak, Kuwait, dan Oman. Sedang kasus-kasus terkait dengan Italia ditemukan di Aljazair, Austria, Kroasia, Jerman, Spanyol, dan Swiss.



TERBARU

[X]
×